JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Antisipasi Corona, Obyek Wisata Ndayu Park Sragen Putuskan Resmi Tutup Sepekan Mulai Besok. Berkaca dari Italia, Tempat Wisata Ternyata Jadi Salah Satu Lokasi Penyebaran Paling Cepat

Untung Wiyono. Foto/Istimewa

loading...
Untung Wiyono. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Manajemen obyek wisata Ndayu Alam Asri atau Ndayu Park Sragen memutuskan untuk menutup sementara operasinal dan kunjungan wisatawan selama sepekan ke depan.

Adanya wabah corona virus yang sudah menyebar dan merenggut korban jiwa di Solo, menjadi alasan manajemen obyek wisata yang ada di Dukuh Ndayu, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Sragen itu memutuskan menutup sementara.

Penutupan sementara Ndayu Park itu dipertegas dengan beredarnya pengumuman yang dirilis oleh manajemen. Dalam pemberitahuan itu berisikan sehubungan dengan adanya penanggulangan corona virus, Ndayu Park sementara ditutup.

Penutupan akan berlaku mulai Senin (16/3/2020) besok hingga sepekan ke depan atau Minggu (22/3/2020). Dirut PT Ndayu Alam Asri atau Ndayu Park, Untung Wiyono membenarkan penutupan sementara obyek wisata tersebut.

Baca Juga :  Terungkap, Benda Asing Bercahaya di Atas Langit Solo Raya Yang Ramai Dikira Bintang Ternyata Jatuh di Desa Dawung Sragen. Warga Ungkap Ada 8 Buah, Yang Lain Terbang ke Barat

“Benar, untuk sementara Obyek Wisata Ndayu Park kami tutup selama seminggu. Mulai Senin besok kita tutup sementara untuk umum,” paparnya dikonfirmasi wartawan, Minggu (15/3/2020).

Kebijakan penutupan sementara itu terkait dengan antisipasi penyebaran virus corona yang kini sudah menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia.

Hal itu juga menyelaraskan instruksi dari Gubernur Jateng terkait antisipasi penyebaran corona melalui tempat-tempat keramaian maupun obyek wisata.

“Nanti setelah sepekan, kami masih menunggu perkembangan. Mudah-mudahan segera mereda,” urainya.

Baca Juga :  Terkuak, China Akhirnya Akui Sengaja Simpan Virus Corona. Ada 3 Strain Virus Disimpan di Lab Wuhan, Tudingan Amerika Terbukti!
Salah satu lokasi kolam renang di Obyek Wisata Ndayu Park Sragen. Foto/Istimewa

Meski penutupan bersamaan dengan momen libur sekolah siswa yang biasanya kunjungan wisatawan ke Ndayu Park bisa tinggi, mantan Bupati Sragen itu mengaku tak terlalu mempersoalkan.

Menurutnya penutupan sementara itu justru untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar agar penyebaran corona virus bisa dicegah.

“Karena berkaca dari kasus corona di Italia, penyebaran virus corona di sana justru paling cepat di lokasi rekreasi. Karena di situ banyak berkumpul orang dan anak. Itulah kenapa Italia menerapkan kebijakan lockdown untuk anak sekolah dan rekreasi. Kebijakan meliburkan siswa itu juga agar siswa di rumah,” tandasnya. Wardoyo