loading...
Ilustrasi money politik

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bawaslu Kabupaten Karanganyar mengingatkan potensi money politics di gelaran Pilkades serentak. Mereka pun mengajak masyarakat untuk mengawal jalannya Pilkades agar terhindar dari praktik kecurangan maupun money politics.

Hal itu terungkap saat digelar sosialisasi oleh Bawaslu Di Hotel Jawa Dwipa, Karangpandan kemarin.

Ketua Bawaslu Kab. Karanganyar, Nuning Ritwanita Priliastuti mengatakan tujuan sosialisasi adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat agar dapat menggunakan hak politiknya secara beretika dan beradab.

Selain itu juga memberikan pemahaman tentang praktik money/suap politik yang merupakan bentuk kecurangan dalam politik.

Baca Juga :  Sambut New Normal, Bupati Karanganyar Serukan Semua Kades Buka Akses Jalan!

“Mekanisme pemilihan kepala desa secara serentak banyak menimbulkan munculnya pelanggaran, seperti money politik,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berpesan kepada masyarakat agar ikut mengawasi proses kegiatan pilkades. Meski tanpa kehadiran Bawaslu, diharapkan hasilnya tetap bagus dan tidak ada ekses.

Selain diikuti 100 peserta, yang terdiri dari unsur forkompinca, Dispermades, Pj. Kepala Desa, Sekretaris desa, BPD, Panitia pilkades, Calon kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat serta Karangtaruna, sosialisasi ini juga dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono selaku narasumber menjelaskan terkait strategi membangun demokrasi di Bumi Intan Pari melalui sukses pilkades tanpa ekses tahun 2020.

Baca Juga :  Kabar Baik, Karanganyar Segera Berlakukan New Normal. Bupati Sebut Perekonomian dan Sekolah Bakal Mulai Normal, Tapi Ingatkan Pandemi Covid-19 Belum Berakhir!

Dari pantauannya secara umum, sampai saat ini semua tahapan proses pelaksanaan pilkades berjalan sangat bagus. Apapun hasilnya nanti diharapkan para calon kepala desa diminta tetap dapat menyumbangkan yang terbaik untuk desanya.

Ditambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah Bawaslu yang telah menggelar sosialisasi jelang Pilkades 11 Maret 2020 mendatang.

“Kepada Bawaslu yang ikut membantu agar kualitas demokrasi pilkades berjalan bagus serta berpartisipasi memberikan masukan, atas nama pemerintah saya mengucapkan terima kasih,” pungkasnya. Wardoyo