loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kelompok alumni gajah Mada (Kagama) Arab Saudi bersama teman pekerja migas di Saudi Arabia, Kagama Care dan Kagama Solo Raya menggelar aksi berbagi bahagia, ditengah wabah Corona. Mereka berbagi tali asih berupa sembako, alat-alat kebersihan dan dana tunai.

Ketua Kagama Arab Saudi, Joko Supriyono menuturkan, pembagian tali asih diberikan kepada beberapa panti di Kota Solo, Minggu (29/3/2020). Mereka berharap melalui pembagian tali asih tersebut diharapkan mampu memberikan kebahagiaan di tengah mewabahnya virus Corona saat ini.

“Diantara berita duka pejuang-pejuang garda depan kita dan meluasnya wabah, tanpa mengurangi rasa hormat pada para pahlawan pejuang negara ini, saya memilih bagian untuk berbagi bahagia. Bahagia yg konon mampu menaikkan imun kita. Imun adalah kunci. Maka harus bahagia, semangat, sehat,” ujarnya.

Joko mengatakan, para anggota Kagama Arab Saudi bersama lainnya keluar rumah tanpa melupakan SOP seperti jaga jarak, masker, hand sanitizer personal dan kaos tangan karet dan sebelumnya asupan vitamin.

“Setelah koordinasi online, kita putuskan tujuan pertama adalah Panti Disabilitas Ganda di Selokaton Gondangrejo. Panti untuk para penyandang disabilitas ganda dengan usia yang variatif. Salah satu yang kami sampaikan terutama mengingatkan pengasuh panti untuk terus edukasi hidup sehat. Di panti ini kita akan sangat bersyukur dgn keadaan kita. Dan, sedikit perhatian kita sangat mereka harapkan,” imbuh Joko.

Selanjutnya, mereka menuju ke Panti Asuhan Permata Hati di dekat RSUD Dr Moewardi. Panti khusus untuk anak-anak terlantar. Dari bayi usia 3 bulan hingga anak-anak yang membutuhkan kehangatan keluarga.

“Spechless dengan kesabaran para pengasuh di panti ini. Beberapa menit di sini, air mata ini sulit dibendung. Anak-anak penerus bangsa, yang berhak bahagia harus terpisah dengan keluarga dengan berbagai alasan. Tujuan ketiga, Lentera. Tempat khusus penderita HIV, dr anak usia 1 bulan, 3 bulan hingga 15 tahun. Anak-anak yang polos dan tak berdosa itu. Bagaimana rentannya mereka pada virus apapun, sehingga hrs dikarantina bertahun-tahun. Keluar lingkungan sedikit saja batuk dan pilek mudah menyerang apalagi dengan kondisi wabah sekarang ini. Imunitas mereka sangat rentan, harus mendapat asupan yang baik. Butuh uluran tangan kita. Yang terakhir tidak lupa menyantuni anak yatim di pondok pesantren penghafal Alquran,” tukas Joko. Prihatsari