loading...

JOGLOSEMARNEWS.COM – Pengusaha muda, influencer kesehatan sekaligus aktivis hadapi penyebaran virus Corona dr Tirta mengumumkan dirinya kini berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

Sebelumnya dr Tirta mengaku sempat mengalami gejala sakit ringan, lalu ia memutuskan untuk memeriksakan ke rumah sakit. Karena, dirinya memiliki riwayat kronis.

Dr Tirta dikenal aktif melakukan kegiatan penggalangan dana untuk memerangi Virus Corona di Indonesia.

Simak biodata dokter muda Tirta ini:

Bernama lengkap Tirta Mandira Hudhi ini ia lahir di Solo, 30 Juli 1991 dan dibesarkan di Karanganyar, Jawa Tengah.

Ia lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Sempat ditawari beasiswa S2 di Jerman dan Belanda, dr Tirta lebih memilih untuk bekerja di IGD.

Setelah lulus dari UGM dr Tirta mengaku bekrja di Puskesmas Turi dan Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada (UGM).

Aktivis pandemi corona ini sempat vakum dari dunia kesehatan dan menekuni usaha di bidang cuci sepatu.

Sukses di usaha cuci sepatu. dr Tirta kini memiliki beberapa cabang di kota besar Indonesia.

Usaha jasa cuci sepatunya bernama ‘Shoes and Care’ ia bisa memberi penghasilan ke pegawainya yang rata-rata seorang napi, anak putus sekolah, anak jalanan, anak punk, dan kaum marjinal.

Dokter sekaligus relawan peduli pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) Tirta Mandira Hudi atau akrab disebut dr Tirta, kini tengah ramai diperbincangkan.

Dia adalah salah satu dokter muda yang gencar membantu memberikan Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis.

View this post on Instagram

saya terlatih ngatur toko banyak, @shoesandcare , selama kuliah 2009-2013c saya terbiasa bagi tugas, kuliah + usaha. So , ketika saya PDP , skrng , saya masih bisa lanjut berjuang dan ngurus bisnis • Otakknya kuat dok? Ya kuat lah. HAHAHAHA • Ngatur usaha DAN pergerakan dari RS ? Bisa donk. Apa yg ga bisa kalo diniatin baik dan bersama Allah? • Dan dari RS Akhirnya saya menemukan 1 FULL SET APD DARI tim saya yg kliling se kota, saya beli 200 pcs dulu. Saya titip di balaikota ya pak @aniesbaswedan kalo di izinkan 🙌🏻 tim nanti ke sana minggu depan • Makasih @kitabisacom , yok kita beli APD lagi • Makasih @kartikahospital , udah jaga gue, maaf dilarang jenguk. Even keluarga gue aja ga masuk. Gue ngurus diri gue sendiri • Makasih @belvadevara dan staf presiden @jokowi sudah bantu apreasiasi usul gue yaah

A post shared by Cipeng | TIRTA (@dr.tirta) on

Saat ini dia tengah menjalani perawatan di rumah sakit karena ia dinyatakan PDP.

Sebelum dirawat, dia juga sempat melakukan penggalangan dana dan membagikan APD di rumah sakit.

Walaupun kini berstatus PDP, namun dr Tirta mengatakan tetap akan mengirimkan ratusan APD ke rumah sakit melalui timnya.

Di tengah pandemi virus corona yang sudah sampai di Indonesia, dia merasa prihatin dengan kondisi APD yang langka. Padahal, APD penting bagi tenaga kesehatan untuk mencegah dirinya terkena virus corona. Saat ini, dana terkumpul mencapai Rp2,6 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian disinfektan di tempat umum, APD untuk tenaga kesehatan, handsanitizer, dan masker yang disebarkan rutin untuk masyarakat.

Sebelum dr Tirta dinyatakan PDP, ia menceritakan bagaimana kronologinya dalam postingan instagram pribadinya.

Pada awalnya, Tirta mengaku mengalami gejala sakit ringan.

Lantas dia memutuskan masuk ke rumah sakit, karena memiliki riwayat bronkitis kronis.

“Jadi saya memutuskan masuk rumah sakit itu karena jaga-jaga karena saya gejalanya itu dan saya riwayatnya itu bronkitis kronis.”

“Jadi saya itu ada penyakit lumayan banyak terutama pernapasan dan saya sedang bronkitis kronis sehingga saya divakumkan dari dokter,” ungkap Tirta dalam live Instagramnya pada Sabtu (28/3/2020), malam.

“Kondisi pertama kali demam terus lemes banget sumpah, terus batuknya lumayan parah sama nyeri telan.”

dr. Tirta dirawat dirumah sakit, jadi PDP Covid-19 karena bronkitis kronis yang dideritanya. (Instagram @dr.tirta)

Meski gejala sakitnya masih ringan, Tirta mengaku khawatir jika berimbas kepada orang lain.

Kini dokter muda ini dirawat di Rumah Sakit Kartika, Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur.

“Saya masih harus bertemu banyak orang, takutnya kalau dalam kondisi ini, sebenarnya masih ringan ya, takutnya membuat buruk kondisi saya dan sekitar saya,” jelasnya.

Dia tidak lupa untuk mengedukasi masyarakat, bahwa yang dia lakukan adalah tindakan preventif atau pencegahan.

Beberapa waktu belakangan, Tirta sempat berkunjung ke Wisma Atlet tempat pasien Covid-19 dirawat.

Pada siaran langsungnya itu, beberapa kali Tirta batuk.

Namun Tirta mengaku, sebelumnya, tidak batuk dan baru terjadi setelah masuk rumah sakit.

Kendati demikian, dia menilai kondisinya dalam keadaan baik, lantaran tidak ada indikasi Covid-19 pada pemeriksaan paru-parunya.

Dia juga berpesan kepada masyarakat agar melakukan hal yang sama dengan dirinya bila menderita gejala ringan.

Selain itu, dia mengingatkan warganet agar terus menggaungkan aksi karantina wilayah, sebagai usaha memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Jaga pola hidup bersih dan jangan mudik dulu, yang ketiga kalau yang merasa gejala demam atau nelan sakit dua tiga hari segera ke rumah sakit, saripada menulari sekitarnya.”

Sementara itu, pada Minggu (29/3/2020) Tirta kembali mengabarkan kondisinya melalui postingan di Instagram.

Infus terpasang di tangan kanannnya, sementara itu di tangan kirinya memegang kertas yang bertuliskan kalimat penyemangat

“Saya terlatih ngatur toko banyak, @shoesandcare , selama kuliah 2009-2013 saya terbiasa bagi tugas, kuliah + usaha.”

“So , ketika saya PDP , skrng , saya masih bisa lanjut berjuang dan ngurus bisnis,” tulisnya.

Tirta juga menandai Gubernur Jakarta, Anies Baswedan terkait bantuan APD yang ia galakkan.

“Dan dari RS Akhirnya saya menemukan 1 FULL SET APD DARI tim saya yg keliling se-kota, saya beli 200 pcs dulu. Saya titip di balaikota ya pak @aniesbaswedan kalo di izinkan, tim nanti ke sana minggu depan,” ujarnya.

“Makasih @kitabisacom , yok kita beli APD lagi. Makasih @kartikahospital , udah jaga gue, maaf dilarang jenguk. Even keluarga gue aja ga masuk. Gue ngurus diri gue sendiri.”

“Makasih @belvadevara dan staf presiden @jokowi sudah bantu apreasiasi usul gue yaah,” tambahnya.

www.tribunnews.com

Baca Juga :  Daftar Terbaru Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia Yang Mulai Terapkan New Normal di Tengah Pandemi Covid-19. Ternyata Tak Ada Nama Jawa Tengah, Sragen, Solo dan Karanganyar!