JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bupati Karanganyar Tegaskan Tak Akan Lakukan Lockdown dan Tak Bisa Tolak Pemudik. Tapi Ini Permintaannya ke Pemudik!

Bupati Juliyatmono. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG 20200330 171100
Bupati Juliyatmono. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemkab Karanganyar menegaskan tidak akan melakukan lockdown atau penutupan total semua akses dan kegiatan masyarakat kendati angka kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terus meningkat.

Selain itu, Pemkab juga tak mungkin menolak kepulangan perantau yang akan kembali ke Karanganyar.

Hal itu disampaikan Bupati Karanganyar Juliyatmono kepada wartawan seusai menerima bantuan CSR 30 unit pompa air dari Mpion, Senin (30/3/2020).

“Tidak mungkin kita lakukan lockdown atua penutupan. Apa mungkin mereka yang mau pulang kampung harus kita usir? Mereka mau kemana. Selain itu, perekonomian juga harus menjadi perhatian utama. Saya hanya ingatkan, semua orang harus peduli. Dan membantu semuanya,” paparnya.

Baca Juga :  Terus Melejit, Kasus Covid-19 Karanganyar Tambah Jadi 1.273 Hari Ini. Jumlah Warga Meninggal Sudah Capai 196 Orang

Selanjutnya, bupati mengatakan Pemkab juga tak bisa menolak kepulangan pemudik. Meski begitu, ia berharap para pemudik juga sadar diri dengan mau menaati aturan melapor, memeriksaan ke Puskesmas dan melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

Dengan begitu, maka tidak akan ada persepsi jika kepulangan pemudik identik menyebarkan corona virus.

Baca Juga :  5 Bulan Menjabat, Ketua Pengadilan Agama Karanganyar Imam Syafii Resmi Diganti. Bupati Pesan PA Harus Nyaman Karena Jadi Tempat Menentukan!

“Dengan melapor, maka mereka akan bisa dipantau kondisinya oleh petugas medis. Sehingga masyarakat tidak terganggu psikologinya, dan tidak merasa khawatir dengan kepulangan pemudik seolah-olah membawa covid-19,” tukasnya.

Bagi pemudik yang masuk dengan kendaraan pribadi, diharapkan segera melapor ke perangkat desa masing-masing. Kemudian segera melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Bagaimanapun mereka sudah berada di wilayah kita ya harus kita terima. Kita akan terus pantau, agar tidak bergerak kemana mana dulu untuk menyelamatkkan semuanya,” tandasnya. Wardoyo