loading...

SURABAYA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bus Mata Trans yang membawa rombongan pelajar dari SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo Karanganyar mengalami kecelakaan di jalan Tol Madiun-Ngawi KM 599/A.

Insiden terjadi setelah bus menabrak truk hingga mengakibatkan dua orang tewas dan satu lainnya luka-luka.

Kecelakaan itu ternyata disebabkan karena sopir mengemudi dalam keadaan mengantuk.

Kepolisian Daerah Jatim tak henti-hentinya mengampanyekan tertib berlalu lintas guna mencegah ataupun menekan fatalitas kecelakaan.

Menurut Kanit Laka Lantas Polres Madiun Kota Iptu Tri Wiyono, penyebab insiden kecelakaan dua kendaraan itu dini hari tadi terbilang remeh.

Dan hal itu disebabkan karena pengemudi kerap menyepelekan kondisi lelah dan mengantuk saat mengemudi.
Acapkan dalih ‘lokasi sudah dekat’ atau ‘tanggung mau sampai’ menjadi alasan para pengemudi nekat menahan rasa kantuk yang begitu menghanyutkan.

Baca Juga :  Kawal New Normal Karanganyar, 234 Polisi Akan Dikerahkan Awasi Ketaatan Masyarakat. Ini Tempat-Tempat Prioritas Pengawalan!

Wiyono mengimbau, pada para pengemudi di jalan raya untuk mawas diri saat kondisi tubuh ditengah perjalan mengalami keletihan.
Pasalnya, kondisi itu akan menurunkan tingkat kesadaran yang berangsur-angsur menjadi rasa kantuk.

“Kalau memang sopir mengantuk istirahat dulu,” katanya saat dihubungi TribunJatim.com, Minggu (8/3/2020).
Berkaca dari insiden nahas itu, ungkap Wiyono, tabrakan itu terjadi 1.5 kilometer menjelang rest area terdekat di rute perjalanan yang dilewati bus tersebut.

“Itu kan sekitar 1.5 Km ada rest area, tapi karena dipaksakan, karena bus rencananya mau transit di Sragen
Madiun ke Sragen hanya 30 menit aja, perkiraan mungkin ya itu, lurus aja,” pungkasnya.

Sebelumnya, insiden yang terjadi pada pukul 05.06 WIB itu tak cuma membuat bodi depan bus terkoyak. Tapi dua orang penumpang bus tewas dengan luka parah di bagian kepala akibat tergencet bodi bus yang ringsek.

Baca Juga :  Tawangmangu Macet Luar Biasa, Banyak Pengendara Tanpa Masker. Warga Kecewa: Kami Ingin Sehat!

Diantaranya, Bambang Sri P (30) warga Soko Tengah RT 010/005 Brangkal Klaten. Dan Aqmarina Amajida (24) warga Jalan Taruma Negara 2 Banyuanyar Solo. Jenazah di evakuasi ke RSUP Dr Soedono.

Mereka bukanlah dari pihak sekolah tersebut. Namun hanya perwakilan lembaga pendamping rombongan 45 siswa sekolah tersebut, yakni biro jasa & medis rombongan.

Kemudian, satu orang korban luka dari penumpang truk Mitsubishi bernopol AG-9160-RN bermuatan kemiri yang dikemudikan Daryono (51) warga Nganjuk, bernama Ayu Widyawati (45) warga Nganjuk, mengalami nyeri pinggang dan tangan kanan, dan kini masih di RSUD Caruban, dirawat guna menjalani pemulihan.

www.tribunnews.com