loading...

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sejumlah kecamatan di Wonogiri saat ini dinyatakan endemis demam berdarah.

Menurut informasi dari Dinas Kesehatan Wonogiri, selama tiga tahun berturut-turut, dipastikan ada kasus demam berdarah di kecamatan-kecamatan itu

Kabid Penanggulangan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Wonogiri Suprio Heryanto, mengatakan, ada enam kecamatan yang dinyatakan endemis demam berdarah. Meliputi Selogiri, Wonogiri, Jatisrono, Baturetno, Sidoharjo, dan Ngadirojo.

Sementara sejak awal 2020 ini, ujar dia, jumlah kasus demam berdarah di Wonogiri sebanyak delapan kasus. Perinciannya pada Januari ada dua kasus demam berdarah dengue (DBD) dan 63 kasus demam dengue (DD). Kemudian, Februari ada satu kasus dengue shock syndrome(DSS), lima kasus DBD, dan 78 kasus DD.

Baca Juga :  Yuk, Menengok Budidaya Pepaya di Dusun Duren Desa Gunan Slogohimo Wonogiri

“Penjelasannya, DD masih sebatas demam tinggi kadang diikuti pegal-pegal dan nyeri sendi. Ini baru tahap dugaan terjangkit demam berdarah. Kalau sudah DSS, berarti penderita telah mencapai situasi paling parah ketika penderita mengalami pendarahan parah,” kata dia, Kamis (5/3/2020).

Baca Juga :  Komplotan Pencuri Gasak Sepeda Motor di 7 Tempat di Wonogiri. Anggotanya 3 Pria Begini Modus Operandinya

Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri Adhi Dharma berujar, untuk antisipasi demam berdarah tersebut cara paling efektif adalah menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk. Menurut dia, dengan aksi serentak itu nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus dapat memutus seluruh rantai hidup nyamuk. Dia menganjurkan agar tempat yang menjadi genangan air harus dibersihkan, seperti ban bekas, pot, hingga lubang di batang pohon. Aria