JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Gara-gara Pernyataan Presiden Jokowi, Empon-Empon dan Wedang Uwuh di Pasar Sragen Langsung Laris Diserbu. Ini 4 Jenis Yang Paling Diburu untuk Tangkal Corona!

Ilustrasi pedagang empon-empon. Foto/Wardoyo

loading...
Surani, penjual empon empon di Pasar Bunder Sragen mengaku laris manis sejak kabar adanya corona virus. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Merebaknya kasus corona virus di Indonesia dan pernyataan Presiden Jokowi soal warga positif corona virus, membuat warga mulai panik.

Tak hanya berburu masker, rempah-rempah yang diklaim bisa menangkal penularan corona pun juga laris manis diburu. Para penjual empon-empon atau rempah-rempah pun kebanjiran pembeli sejak Presiden Jokowi menyatakan adanya kasus positif corona dua hari lalu.

Surani (58) penjual empon-empon di Pasar Bunder asal Mojo Wetan RT 3/3, Sragen Kulon mengatakan sejak pernyataan Presiden Jokowi di televisi dua hari lalu, pembeli yang memburu rempah-rempahnya langsung melonjak.

Jika hari biasa hanya 30an orang yang beli, sejak adanya pengumuman Presiden itu, setiap hari pembeli mencapai 100 orang.

Jika sebelumnya pembeli hanya beli rempah untuk bumbu, kali ini, mayoritas membeli rempah-rempah untuk meningkatkan ketahanan tubuh dan menangkap corona.

“Sejak Pak Jokowi mengumumkan kemarin, penbeli langsung laris. Yang banyak dibeli sere, kayu manis, jahe, kunyit dan temulawak,” paparnya Kamis (5/2/2020).

Baca Juga :  Terus Bertambah, Satu PDP Corona Sragen Kembali Meninggal Dunia. Berasal dari Mondokan, Jadi Korban Meninggal ke-15 di Sragen

Surani menuturkan mayoritas pembeli saat ini membeli rempah itu untuk herbal. Banyak juga yang mencari jahe merah, namun barangnya sulit dan harganya mahal sehingga dirinya memilih tak menjual.

Akibat tingginya permintaan, harga pun mulai merangkak naik meski tidak signifikan seperti masker.

“Jahe naiknya Rp 3.000 dari Rp 32.000 jadi Rp 35.000 sekilo. Kunyit naik jadi Rp 6.000 dari biasanya Rp 4000. Temulawak juga naik Rp 6000, biasanya hanya Rp 5.000.Jahe merah yang paling mahal Rp 50.000 sekilo tapi habis. Biasanya hanya Rp 40.000. Kalau khasiatnya kan memang bagus untuk kesehatan, karena rempah-rempah itu herbal,” ujar Surani.

Pedagang lainnya, Siti Rohani (32) asal Mojo, Sragen Kulon, Sragen juga mengakui sejak adanya kabar virus corona, pembeli yang datang juga meningkat.

Ia menyebut baru dua hari terakhir sejak pengumuman dai Presiden Jokowi, arus pembeli mulai naik. Rata-rata mereka memburu rempah jenis temulawak, jahe, kunyit, kayumanis dan sereh.

Baca Juga :  Innalillahi, Digigit Kutu Kucing, Balita Asal Sukodono Sragen Meninggal Dunia. Batal Dioperasi, Meninggal di RSUD Moewardi Solo

“Sehari ya bisa 40an orang. Biasanya 20 orang saja nggak ada. Kalau hari biasa yang beli kan cuma pedagang jamu gendong, sejak booming corona itu warga yang biasanya nggak beli jadi beli. Harga juga naik, tapi sedikit. Kisaran Rp 1000 sampai Rp 3000 perkilo,” tuturnya.

Rusmiyati menunjukkan kemasan wedang uwuh yang juga laris diburu untuk penangkal corona. Foto/Wardoyo

Tak hanya rempah-rempah basah, ramuan herbal dari rempah yang siap konsumsi pun juga laris manis diburu.

Salah satu pedagang di Pasar Bunder, Rusmiyati (53) asal Plumbungan Indah RT 29, Plumbungan, Karangmalang, Sragen menuturkan rempah jadi yang juga laris adalah wedang uwuh.

“Dua hari ini mulai banyak yang nyari. Satu pak isi 10 saya jual Rp 27.000, harga normal dan nggak naik. Komposisinya ya jahe, temulawak, akar pakis, lengkap. Tinggal direbus sudah siap konsumsi. Bagus juga untuk daya tahan tubuh makanya sejak ada kabar corona, wedang uwuh juga laris,” tuturnya. Wardoyo