JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Corona Virus Merebak, TKI Sragen Yang Pulang Dipantau Ketat. Kepala DKK Pastikan Sragen Masih Aman, Yang Sehat Diimbau Tak Perlu Pakai Masker!

Dr Hargiyanto. Foto/Wardoyo

loading...
Dr Hargiyanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Merebaknya temuan suspect penyakit corona virus di beberapa daerah di Indonesia, membuat Pemkab Sragen menyerukan agar masyarakat tidak serta merta panik.

Kecemasan warga memburu masker, diminta segera dihentikan dan dialihkan dengan melakukan antisipasi dini. Yakni dengan menjaga pola hidup bersih sehat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto, Selasa (3/3/2020). Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan masyarakat tak perlu cemas dengan kabar corona virus yang saat ini sudah merambah Indonesia.

Ia mengakui memang ada kecemasan di masyarakat sehingga membuat warga berburu masker. Terkait hal itu, pihaknya sudah memanggil semua Kepala Puskesmas untuk segera menggencarkan sosialisasi ke masyarakat agar tak panik.

“Sampai saat ini, Sragen masih aman. Tidak ada suspect atau warga yang harus masuk observasi. Maka dari itu, masyarakat nggak perlu panik. Karena makin panik imunitas atau kekebalan tubuh akan makin menurun dan gampang terkena virus,” paparnya.

Hargiyanto menguraikan saat ini yang perlu digencarkan adalah sosialisasi ke masyarakat dan memberi pemahaman soal corona virus, pencegahan dan penularannya.

Baca Juga :  Diburu Polisi, Nomor Pengirim Teror dan Ancaman Via WA ke Petugas Medis di Kedawung Sragen Mendadak Tidak Aktif. Begini Keterangan Keluarga Pasien Covid-19 Yang Sempat Dicurigai! 

Dengan begitu, masyarakat akan bisa memahami dan melakukan antisipasi tanpa harus ikut larut dalam kepanikan. Termasuk, kecemasan memburu masker, hal itu dinilai tidak perlu.

“Jadi yang sehat nggak perlu panik dan tidak harus pakai masker. Yang perlu pakai masker yang sakit saja,” terangnya.

Menurutnya, jika semua panik dan harus pakai masker, maka berapa pun jumlah masker akan habis. Untuk Sragen saja dengan penduduk hampir 1 juta jiwa, maka berapapun masker di toko tak akan cukup.

Sementara pasokan masker di pasaran memang agak berkurang. Sebab negara produsen bahan masker yakni China, saat ini tidak bisa memproduksi akibat kssus corona.

“Makanya yang diperlukan masyarakat adalah antisipasi dini. Yakni dengan cuci tangan sebelum aktivitas apapun. Kalau bersin atau batuk, pakailah etika batuk dengan menutupi pakai sapu tangan, tisu atau lengan kanan,” tukasnya.

Kemudian masyarakat harus memahami cara penularan corona virus. Corona virus hanya menular lewat percikan bersin atau batuk penderita positif corona. Lalu lewat kontak kulit, misalnya penderita corona ada luka dan kulitnya menempel dengan orang lain.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, Kakek 70 Tahun PDP Corona Kembali Meninggal Dunia. Berasal dari Sambungmacan, Jadi Korban Meninggal ke-18

Lantas juga bisa menular melalui mukosa mulut atau hidung. Serta dari makanan sisa bekas dari penderita positif corona sebelum 24 jam.

“Jadi berhadapan langsung atau bicara itu nggak menularkan,” terangnya.

Soal kelangkaan masker dan hand sanitizer, pihaknya yakin akan segera diatasi oleh pemerintah. Soal kasus di Sragen, Hargiyanto menyebut hingga kini belum ada.

Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti KKP dan keimigrasian untuk memantau lalulintas warga yang bepergian atau pulang dari luar negeri.

“Terutama mereka TKI yang baru pulang dari negara-negara luar. Kalau punya gejala nanti langsung kita rujuk ke RS rujukan yakni RSUD Moewardi Solo. Karena tahapan sebelum dinyatakan positif corona virus itu bertahap. Yakni dari pemantauan, observasi, suspect, probable sebelum dinyatakan conrfim atau positif,” tandasnya. Wardoyo