JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dampak Corona, PNS Sragen Diliburkan Selama Sepekan Mulai Senin Besok. Tapi Tidak Untuk PNS Kalangan Ini!

Imbauan Kewaspadaan Corona oleh Bupati Sragen. Foto/Wardoyo

loading...
Imbauan Kewaspadaan Corona oleh Bupati Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemkab Sragen memutuskan akan meliburkan kalangan pegawai negeri sipil (PNS) mulai pekan depan. Para abdi negara itu mendapat dispensasi boleh bekerja dari rumah atau work from home menyusul wabah corona virus yang belakangan makin merebak di beberapa daerah.

Libur PNS atau bahasa kerennya lebih dikenal dengan istilah work from home itu akan diberlakukan selama sepekan ke depan, mulai Senin (23/3/2020) mendatang.

Namun nantinya kebijakan libur itu akan diatur dan tidak semuanya PNS full libur seminggu. Ada beberapa PNS yang tetap masuk terutama di instansi yang berhubungan langsung dengan pelayanan.

Baca Juga :  70 % Bukan Asli Karanganyar, Disdag Belum Izinkan PKL Plaza Alun-Alun Beroperasi. Ini Alasannya!

“Nanti diatur secara bergiliran (ASN), agar pelayanan tidak berhenti. Jadi 30 persen tetap masuk dan sisanya bisa bekerja dari rumah,” ujar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai memimpin rapat koordinasi OPD pencegahan Corona di Aula Sukowati Sragen, Jumat (20/3/2020).

Bupati Yuni menguraikan kebijakan libur PNS itu tidak berlaku untuk PNS di kalangan medis. Karena mereka adalah garda depan pelayanan kesehatan sehingga mereka akan tetap standby memberikan pelayanan.

Sedangkan untuk pengaturan PNS yang masuk kerja secara aplus, nantinya diserahkan ke masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga :  Terus Bertambah, Satu Lagi Pasien Positif Covid-19 Sragen Dinyatakan Sembuh Hari Ini. Masih Muda, Dari Kecamatan Gesi, Dinyatakan Sembuh Usai Berjuang Satu Bulan

“Nantinya tanggungjawab kepala OPD (organisasi perangkat daerah) masing-masing untuk memastikan seluruh ASN bekerja dari rumah,” jelasnya.

Yuni menambahkan, pihaknya juga akan melakukan penyemprotan disinfektan mulai Sabtu akhir pekan ini. Sasaran penyemprotan adalah sekolah, lingkungan kantor, fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum).

“Sebanyak 1.804 sekolah dan perkantoran akan kami semprot,” tambahnya.

Sementara terkait jumlah ODP (orang dalam pengawasan) Corona, lanjut Yuni, diperkirakan terus bertambah karena warga Sragen yang bekerja dari luar negeri terus bertambah.

Tapi ada beberapa juga yg dinyatakan sudah clear karena sudah selesai masa isolasi selama 14 hari. Wardoyo