JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Data Terbaru Kasus Corona Karanganyar, 8 Pasien Dirawat di Ruang Isolasi RSUD. Total Masih Ada 22 ODP dan 3 Pasien PDP, Satu Pasien Dirujuk ke Moewardi Solo

Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang Isolasi. Foto/Wardoyo

loading...
Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang Isolasi. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar menyampaikan hingga Senin (23/03/2020) pukul 08.30 WIB, jumlah orang dalam pantauan (ODP) di Karanganyar masih tercatat sebanyak 23 orang.

Selain itu, empat warga dinyatakan dalam status pasien dalam pengawasan (PDP). Namun dari 4 orang, satu dinyatakan sembuh dan 3 masih dalam perawatan.

Dari tiga orang itu, dua pasien dirawat di RSUD Karanganyar dan satu pasien dirujuk ke RS Moewardi Solo.

Hal tersebut dikatakan pelaksana tugas  (Plt) Kepala DKK Karanganyar, Purwanti, usai melakukan video conference terkait kondisi corona virus bersama Gubernur Jawa Tengah, Senin (23/03/2020).

Menurut Purwanti hingga hari ini, masih ada 22 ODP lantaran satu ODP sudah sembuh. Dari 22 orang tersebut, 6 orang dirawat di ruang isolasi RSUD Karanganyar dan selebihnya melakukan isolasi secara mandiri.

Baca Juga :  Tahap Pertama New Normal Karanganyar Dibuka Untuk PKL. Bupati Ingatkan Boleh Jualan, Tapi Tanpa Masker Dihukum Berhenti Sehari, Pembeli Tak Pakai Masker Tak Boleh Dilayani!

“Kondisi saat ini ada 22 ODP dan 3 PDP. Dari 22 ODP, 6 diantaranya dirawat di ruang isolasi RSUD Karanganyar. Sedangkan untuk PDP, dua dirawat di RSUD dan 1 dirujuk ke Rumah Sakit Moewardi, Solo,” paparnya kepada wartawan, usai vicon.

Sehingga total yang dirawat di RSUD Karanganyar ada delapan pasien. Terdiri dari enam ODP dan dua PDP.

Purwanti mengungkapkan, Pemkab telah menyiapkan rumah sakit lain sebagai lini ketiga. Yakni rumah sakit Lanud Adi Sumarmo dan Rumah sakit Mojosongo  ditambah 6 rumah sakit swasta.

“Yang perlu kami tegaskan adalah, pentingnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi larangan agar tidak keluar rumah. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.  Larangan agar tidak keluar rumah ini, terus kita sosialisasikan dengan melibatkan seluruh stake holder yang ada. Edukasi dan sosialisasi juga terus kita lakukan kepada seluruh masyarakat agar berperilaku hidup sehat, selalu mencuci tangan, menghidari kerumunan dan tidak berjabat tangan,” jelasnya.

Baca Juga :  70 % Bukan Asli Karanganyar, Disdag Belum Izinkan PKL Plaza Alun-Alun Beroperasi. Ini Alasannya!

Sementara, Direktur RSUD Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, menyatakan akan menambah ruang isolasi dari yang sebelumnya hanya 5 ruang, akan ditambah 10 ruangan isolasi.

“ Saat ini kita baru memiliki lima ruang isolasi. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, kita akan menambah sepuluh ruangan,” ungkapnya. Wardoyo