loading...
Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang isolasi saat simulasi di RSUD Sragen. Foto/Wardoyo

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus kematian warga Wonogiri positif corona virus akhirnya mengungkap fakta baru.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengungkapkan seorang warga Wonogiri dinyatakan positif terjangkit corona dan meninggal dunia, Rabu (18/3/2020).

Sebelumnya, warga tersebut dirawat di RS Moewardi Solo, sejak 13 Maret lalu.

“Meninggal tadi petang sekitar pukul 18.00 WIB di RS Moewardi Solo,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati warga tersebut temasuk dalam klaster yang ikut acara di Bogor dan pulang tanggal 29 Februari.

Baca Juga :  Ini Bukti Napi Asimilasi Berulah Lagi. Dua Bandit Kambuh Lagi Curi Motor, Yang Satu Resedivis Pencurian, Satunya Setubuhi Anak di Bawah Umur

Korban sempat dirawat di sebuah satuan kesehatan di Wonogiri sebelum kemudian dirujuk ke Moewardi sejak tanggal 13 Maret lalu.

“Saat ini, ada 4 warga kami berstatus PDP. Sedangkan yang status ODP ada 3 orang,” tegas dia.

Dengan adanya kasus pertama positif corona itu pihaknya segera mengadakan treking sekitar lingkungan warga itu. Tahapan ini dilanjutkan dengan inventarisasi berapa orang yang melakukan kontak.

Baca Juga :  Viral! Bocah Diajak Curi Tabung Gas di Jebres Solo. Korban Seorang Nenek, Sikapnya Bikin Trenyuh

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pasien positif corona di RSUD Moewardi Solo telah meninggal pada Rabu (18/3/2020) sore.

Berarti hingga saat ini sudah ada tiga pasien positif corona di Jateng yang meninggal.

“Pasien sempat dirawat selama dua hari di RS Moewardi,” kata Ganjar di Puri Gedeh, Rabu (18/3/2020) malam.

Gubernur menerangkan pasien tersebut berjenis kelamin perempuan berusia 49 tahun. Aria/Wardoyo