JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Hasil Visum Ungkap Misteri Kematian Wanita LC Cantik Karaoke Bandungan Yang Tewas Bersimbah Darah di Kosnya. Polisi Pastikan Korban Tewas Karena Ini!

981
Polisi saat melakukan olah TKP. Foto/Istimewa
loading...
Polisi saat melakukan olah TKP. Foto/Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Misteri kematian wanita cantik berprofesi LC atau pemandu karaoke bernama Deri Herawati (32) akhirnya terungkap.

Wanita muda berparas manis asal Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat yang ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah kamar kos kawasan Ngunut, Bandungan, Kabupaten Semarang itu dipastikan bunuh diri.

Hal itu terungkap dari hasil penyelidikan Polres Semarang untuk menguak tewasnya Deri pada Minggu (23/3/2020) malam lalu itu.

“Kami sudah periksa sebanyak 7 orang saksi. Hasil visum et repertum dari rumah sakit juga sudah keluar. Akhirnya kami simpulkan dari olah TKP dan keterangan saksi, korban murni bunuh diri,” ungkap Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Rifeld Constantien Baba saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya, Kamis (26/3/2020) siang.

Baca Juga :  9 Orang Tersambar Petir Saat Panen Padi di Ngaluran Demak, 4 Orang Tewas Seketika

Dari hasil olah TKP, menurut Rifeld, juga tidak ada indikasi keterlibatan orang lain dalam kasus ini sebab tidak ditemukan bekas sidik jari orang lain.

Korban bunuh diri menggunakan sebilah pisau yang ditemukan di kamar kosnya dengan cara menusuk perutnya.

Deri Herawati (32), warga Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat ditemukan tewas bersimbah darah di  sebuah kamar kosnya di kawasan Ngunut, Bandungan, Kabupaten Semarang pada Minggu (23/3/2020) malam.

Ia ditemukan tak bernyawa dengan perut dan beberapa tubuh penuh terluka sayatan. Terdapat beberapa luka di tubuh perempuan berparas manis tersebut.

Jenazah Deri yang kesehariannya merupakan pemandu karaoke di Bandungan itu ditemukan di kamar kos pertama kali oleh pacarnya.

Baca Juga :  Awalnya Diboncengkan Vixion, ABG 15 Tahun Lalu Dicabuli Pemuda Temannya Sendiri. Orangtua Tak Terima Lalu Lapor Polisi

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Rifeld Constantien Baba saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya, Selasa (24/3/2020) membenarkan kejadian itu.

Dari hasil olah TKP,  ada tiga barang bukti yang diperoleh. Di antaranya baju korban, ponsel korban, juga ada sebilah pisau yang ditemukan di dalam kamar kosnya. Wardoyo