JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

IHSG Terjun Bebas, Para Emiten Bersiap Buyback

ilustrasi / tempo.co

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Koreksi dan trading halt yang terjadi pada IHSG saat ini membuat harga-harga saham mulai lengser, termasuk saham-saham bluechip.

Demikian diungkapkan Ellen May, trader saham sukses Indonesia melalui rilisnya ke Joglosemarnews, Kamis (19/3/2020).

Untuk mengatasi hal tersebut, jelas Ellen, para emiten saat ini tengah bersiap untuk melakukan buyback untuk menjaga pergerakan harga sahamnya.

Lantas, saham-saham apa sajakah yang akan dibuyback saat ini? Apakah momen ini bisa digunakan untuk cicil beli saham?

IHSG Terperosok

Baru dibuka, IHSG langsung anjlok hingga 5,01% pada perdagangan Kamis (19/3/2020). Hal itu merupakan kali ke 4 perdagangan saham di BEI mengalami trading halting saat sesi perdagangan berlangsung.

Menurut Ellen, perkembangan wabah Covid-19, kejatuhan harga minyak serta kebijakan bank sentral Indonesia menjadi sentiment utama penekan IHSG hari ini.

Baca Juga :  Kabar Baik, Pesawat Air Asia Kembali Operasikan Rute Penerbangan Solo-Bali dan Sejumlah Penerbangan Ini Mulai Desember

Di Indonesia, kekhawatiran akan Covid-19 memang baru dimulai. Dampak ekonomi semakin terasa, Bank Indonesia telah meningkatkan intervensi pasar dan mendorong turun mata uang sekitar 10 persen terhadap dolar, pada bulan lalu.

“Prospek pertumbuhan yang saat ini kian memburuk juga membuat BI memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 menjadi 5 persen sampai 5,4 persen, dari kisaran sebelumnya 5,1 persen sampai 5,5 persen,” papar Ellen.

Saham-Saham Buyback

Dikatakan Ellen, koreksi yang besar membuat para emiten saat ini beramai-ramai melakukan buyback.

Buyback saham, jelas Ellen, berarti perusahaan emiten membeli kembali saham yang sudah beredar di publik.

Buyback saham biasanya dilakukan dalam jumlah besar, sehingga  aksi korporasi ini akan dilakukan secara perlahan (berangsur-angsur) agar para emiten bisa melakukan buyback di harga yang diinginkan.

Baca Juga :  Kabar Baik, Pesawat Air Asia Kembali Operasikan Rute Penerbangan Solo-Bali dan Sejumlah Penerbangan Ini Mulai Desember

Karena itulah, ujer Ellen, efek dari buyback ini biasanya tidak akan langsung terasa dan membuat harga saham melonjak.

Lalu, untuk apa para emiten melakukan buyback saham? Buyback biasanya akan mengurangi jumlah saham beredar di pasar, sehingga mengakibatkan harga saham cenderung naik usai buyback.

Menurut Ellen, masih banyak manfaat buyback yang dilakukan oleh perusahaan, di antaranya adalah menaikkan laba bersih per saham (Earning Per Share atau EPS), mengurangi jumlah pemegang saham dan sebagai cadangan modal.

“Apabila diperlukan, suatu saat nanti saham treasury bisa dilepas, dan perusahaan akan memperoleh capital gain darinya,” paparnya.

Di samping itu, dengan buyback, saham dapat dijual kembali ke karyawan atau diberikan kepada karyawan sebagai program MESOP ataupun bonus. Atau, bisa juga ditukar dengan surat berharga perusahaan lain. suhamdani