loading...

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY menangkap warga Sayegan, Sleman AC (40), karena ketahuan memproduksi narkotika jenis sabu.

Ketika dihadirkan dalam sesi rilis kasus pada Kamis (5/3/2020) di kantor BNNP DIY, AC yang juga residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) itu mengaku, bahwa dirinya mempelajari sejumlah tutorial YouTube untuk memproduksi sabu.

Lulusan SMP yang sehari-hari bekerja serabutan sebagai montir bengkel itu menyatakan, aktivitas itu telah dilakukannya semenjak lima hingga enam bulan terakhir tanpa sepengatahuan keluarga.

“Saya kalau beli boros makanya coba produksi sendiri,” kata dia.

Beberapa peralatan dan perlengkapan lainnya berupa botol kaca dan bahan-bahan kimia yang digunakannya sebagai bahan dasar peracikan barang haram itu, diakui bisa didapat dengan mudah di sejumlah apotek dan dibeli melalui situs jual beli daring.

Baca Juga :  DIY Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 Hingga 30 Juni

AC juga mengaku, niat awalnya hanya untuk dipakai sendiri ketika sabu berhasil diproduksi.

Dirinya yang juga telah mengkonsumsi barang itu selama setahun belakangan menyatakan sangat boros jika membeli sabu untuk dikonsumsi sehari-hari.

Untuk mengelabui keluarga, dia meracik dan memproduksi sabu di dapur rumah.

Ia juga mengaku kerap memarahi anggota keluarga yang menanyakan aktivitasnya sewaktu bereksperimen meracik bahan-bahan dasar tersebut.

“Tapi belum sempat jadi. Hanya sampai jadi cairan kuning (setengah jadi). Terus-terusan dicoba pertama gagal, terus coba lagi,” kata AC.

Baca Juga :  Guru Besar Hukum UII Yogyakarta Diteror. Gara-gara Akan Isi Diskusi Hukum Tata Negara Soal Pemberhentian Presiden

Dia mengatakan, untuk bahan dasar dirinya menggunakan obat Asthma Soho sebagai kandungan utama.

Obat itu dikumpulkannya dari sejumlah apotek.

“Hanya untuk pakai sendiri bukan untuk dijual,” jelas dia.

Kompol Ambar Songko, Plt Kabid Pemberantasan BNNP DIY mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang keterlibatan pihak lain diluar AC.

Saat ini, pihaknya masih menduga bahwa AC merupakan pemain solo dan memproduksi sabu hanya untuk digunakan secara mandiri.

“Masih kita dalami peran dan keterlibatan yang lainnya. Tapi kesimpulan awal kita dia memproduksi hanya untuk dipakai saja, karena dua juga pemakai,” kata dia.

www.tribunnews.com