JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Innalillahi, Pegawai Kementan Meninggal Karena Virus Corona

Ilustrasi. Pixabay
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Virus corona (covid-19) kembali makan korban. Kali ini, seorang pegawai Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian meninggal, Sabtu (28/3/2020) dini hari.

“Beliau positif corona dan sudah meninggal hari ini jam satu dini hari,” kata Kepala Bagian Umum Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Sukim Supandi melalui pesan singkat, Sabtu (28/3/2020).

Sukim menjelaskan, pegawai tersebut wafat saat dirawat di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Baca Juga :  Bansos Tunai Dilanjutkan di Tahun 2021, Penerima Akan Divalidasi Ulang. Mensos: Penerimanya Tidak Orang Itu-itu Saja

Namun ia enggan menyebutkan berapa lama almarhum sempat dirawat di rumah sakit karena virus corona.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian, Momon Rusmono juga membenarkan informasi yang beredar.

Ia mengatakan almarhum terindikasi terkena virus corona. Untuk kapan dan di mana almarhum terpapar corona, kata Momon, Tim Satgas Covid 19 masih menelusurinya.

“Kementerian Pertanian mengucapkan duka cita yang sedalam dalamnya untuk keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan Keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3/2020).

Baca Juga :  Beredar Isu Rizieq Shihab Terpapar Covid-19, FPI Langsung Membantah. Kirim Video Rizieq Main Bareng Cucu sebagai Bukti

Momon mengatakan tim Satgas Covid-19 Kementan sedang menelusuri pegawai yang berinteraksi langsung dengan almarhum.

Kementan pun saat ini sudah menerapkan bekerja dari rumah (work from home/WFH) untuk pegawai.

“Sebagian besar sudah dibuat WFH. Ini dilakukan untuk meminimalisir interaksi di kantor, sehingga pencegahan dapat dimaksimalkan,” katanya.

Hingga Sabtu (28/3/2020), kasus positif corona di Indonesia bertambah menjadi 1.155 orang. Dari jumlah itu, 102 di antaranya meninggal dan 59 lainnya dinyatakan sembuh.

www.tempo.co