loading...

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Massifnya persebaran virus corona atau covid-19 ternyata diikuti merebaknya berita hoaks terkait virus mematikan tersebut, sehingga banyak menyesatkan masyarakat.

Oleh karena itu, para dosen yang tergabung dalam Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) memproduksi beragam informasi akurat tentang Corona atau Covid-19.

Japelidi beranggotakan 163 orang yang mayoritas dosen dari 78 perguruan tinggi di 30 kota di Indonesia.

Mereka menginisiasi kampanye bertajuk ‘Lawan Hoaks Covid-19’ untuk mengimbangi banjir hoaks.

Informasi tentang Corona itu dikemas berupa video dan poster edukatif bagi masyarakat. 

Konten itu dalam Bahasa Indonesia, Bahasa mandarin, dan dilengkapi dengan 42 bahasa daerah.

“Agar lebih dekat dengan keseharian masyarakat kita yang majemuk. Produksi konten berbahasa daerah akan bertambah sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Koordinator Japelidi Dr. Novi Kurnia hari ini, Kamis (26/3/2020).

Dalam menyebarkan konten kampanye anti hoaks Corona itu Japelidi bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI), dan Komunitas Berbeda Itu Biasa.

Novi menyebut penyebaran konten juga dilakukan melalui akun Instagram (https://www.instagram.com/japelidi/?hl=en) dan Twitter (https://twitter.com/japelidi?lang=en) Japelidi.

Japelidi pun memanfaatkan akun media sosial dan grup WhatsApp para anggota yang berjumlah 163 orang.

“Tanggapan warganet sangat positif. Misalnya, banyak orang atau komunitas meminta kami mengirim file untuk mereka cetak sendiri lalu membagikannya kepada masyarakat,” ucap Novi yang juga Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM).

www.tempo.co

Baca Juga :  Banyaknya Orang Tanpa Gejala Bikin 24 Perawat di Rumah Sakit Ini Terpapar Corona