JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kematian Pasien Corona Virus Bertambah, Gubernur Ganjar Imbau Warga Jateng Tak ke Luar Negeri Dulu!

Gubernur Ganjar Pranowo. Foto/Humas Jateng

IMG 20200313 WA0023 768x512 1
Gubernur Ganjar Pranowo. Foto/Humas Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meminta warga Jateng tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dulu. Hal ini menyusul kematian satu pasien positif corona virus di RSUD Moewardi Solo kemarin.

Sebelumnya satu pasien suspect corona virus juga gagal terselamatkan dan meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit rujukan di Semarang.

Hal itu disampaikan Ganjar di Semarang, Jumat (13/3/2020). Imbauan tak ke luar negeri itu bertujuan agar warga bisa terus melakukan pencegahan diri, terkait kasus Corona yang sudah memakan korban di Jateng.

Ganjar menambahkan, untuk mencegah meluasnya penularan virus Corona, pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait.

Seperti Kementerian Kesehatan, untuk melaporkan di titik mana pasien sebelum meninggal itu bergerak. Salah satunya, saat melakukan seminar di Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga :  Masih Meledak, Tambah 47 Positif dan 3 Meninggal, Jumlah Kasus Covid-19 Sragen Tembus 1.573 Hari Ini. Total Warga Meninggal Naik Jadi 129 Orang

Dinas Kesehatan diminta terus melaporkan setiap perkembangan yang ada. Tujuannya agar segera melakukan tindakan cepat seperti yang terjadi saat ini.

“Begitu ada gejala, tolong dilaporkan secara khusus. Hari ini, kita merespons ini,” tuturnya.

Ganjar akan mengusulkan ke pemerintah pusat supaya proses pemeriksaan laboratorium pasien suspect, bisa dilakukan di setiap wilayah. Sehingga, bisa dilakukan reaksi cepat dan penanganan yang lebih dini.

Sampai saat ini, tuturnya, untuk ketersediaan alat pelindung diri (APD) di Jawa Tengah juga terbilang cukup, belum perlu ada penambahan.

Misalnya nanti terjadi kekurangan, Ganjar berharap pemerintah pusat segera melakukan penunjukan substitusi bila ternyata bahan bakunya berasal dari impor.

Baca Juga :  Ngaku Bisa Deteksi Makhluk Halus, Pria Berinisial S Ini Kemudian Setubuhi 9 Siswi Bau Kencur Secara Bergiliran. Alasannya Harus Diusir dengan Bersetubuh, Korban Berusia 13 sampai 15 Tahun

“Ini momentum ya,” imbuh dia.

Dia juga menegaskan soal kunjungan pariwisata diharapkan tetap bisa dilakukan. Tentu tetap dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Bila wisatawan itu aman, maka boleh diizinkan untuk berwisata. Jika kondisi wisatawan sedang tidak baik, dipersilakan untuk kembali.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah Sinung Nugroho Rachmadi menambahkan, saat ini ada kapal Pesiar MV Columbus berbendera Bahama berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Guna menghindari adanya penumpang yang kena corona, maka akan dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang dan awak kapal. JSnews