JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kisah Emak-emak Ingin Sumbang Masker Malah Kena Tipu Belasan Juta, Uang Hasil Patungan Ibu-ibu Pengajian, Pelaku Kirimi Kardus Bekas

Seorang wanita di Jakarta Pusat tertipu belasan juta beli masker di toko online. istimewa/Tribunjakarta
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Maksud baik seorang ibu berinisial A di Jakarta untuk membantu warga dalam mengantisipasi penularan virus corona kandas saat ditipu oleh pedagang masker online.

Dia terlanjur mentransfer uang Rp 11 juta untuk pembelian masker, namun barang yang dibeli tak dikirimkan oleh pelaku. Dia menjelaskan, hal tak mengenakan ini terjadi pada 18 Maret 2020.

“Total Rp 11 juta lebih. Saya beli di toko online, pada 18 Maret 2020,” kata A, saat dihubungi TribunJakarta.com, Senin (30/3/2020).

Dia melanjutkan, jumlah belasan juta tersebut untuk lima kali transaksi. Pada tiap transaksi tersebut, sambungnya, harga masing-masing paket masker berbeda.

“Ada yang ratusan ribu sampai belasan juta,” ujar A.

Sang pelaku penipuan pun berusaha mengirimkan paket masker pesanan A. Namun, hingga keesokan harinya, 19 Maret 2020, pesanan A tak kunjung dikirim.

Alhasil, A curiga dan langsung mengajak pelaku bertemu.

“Tapi dia (pelaku) menolak saya ajak bertemu biar memastikan benar apa tidak,” ujarnya.

“Dia malah bilang, tidak bisa bertemu. Ini paketnya saya kirim melalui jasa pengiriman barang. Dia bilang begitu sambil marah-marah,” sambungnya.

Padahal, kata A, masker yang dipesan ini untuk disumbangkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebab, Ibu Kota Jakarta sedang dilanda wabah virus corona (Covid-19).

Tak tinggal diam, pada 21 Maret 2020, A melaporkan kasus ini kepada pihak Polres Metro Jakarta Pusat.

Kini, kasus penipuan tersebut sedang ditangani jajaran Polres Metro Jakarta Pusat.

Nomor laporan A pun tercatat dengan nomor: 487/K/III/2020/RESTRO JAKARTA PUSAT.

“Akhirnya saya laporan ke Polres Metro Jakarta Pusat, agar tak ada korban lagi,” pungkas A.

Sumbangan Buat RS

A (46 tahun), kena tipu Rp 11 juta lebih saat membeli masker di toko online.

Padahal, masker pesanannya tersebut untuk disumbagkan ke Rumah Sakit yang merawat pasien positif Covid-19.

Satu di antaranya Rumah Sakit Darurat Covid-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Masker itu dibeli untuk disumbangkan ke rumah sakit-rumah sakit merawat pasien Covid-19,” kata A, saat dihubungi, Senin (30/3/2020).

“Saya beli Rp 11 juta lebih. Niatnya juga mau disumbangkan ke RS Darurat Wisma Atlet,” sambungnya.

Dia melanjutkan, uang belasan juta tersebut merupakan hasil kolektif dengan teman-temannya.

Baca Juga :  Diciduk KPK, Segini Harta Edhy Prabowo saat Diangkat Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan

“Itu uangnya dari hasil patungan teman-teman saya (ibu-ibu pengajian). Tega banget itu penipunya,” ujar A.

Kini, kasus penipuan tersebut sedang ditangani jajaran Polres Metro Jakarta Pusat.

Nomor laporan A pun tercatat dengan nomor: 487/K/III/2020/RESTRO JAKARTA PUSAT.

“Akhirnya saya laporan ke Polres Metro Jakarta Pusat, agar tak ada korban lagi,” pungkas A.

Patungan

Wanita berusia 46 tahun, A, membeli masker seharga Rp 11 jutaan di toko online, pada Rabu, 18 Maret 2020.

Dia tak sendiri, melainkan patungan dengan teman-temanya yang tergabung dalam kelompok pengajian, di kawasan Jakarta Pusat.

“Saya dan teman-teman (ibu-ibu pengjian) patungan beli maskernya, cuma saya yang pesan dan tanggung jawab,” kata A, saat dihubungi, Senin (30/3/2020).

Setelah tahu bahwa dirinya tertipu oleh pedagang masker tersebut, A menyebut sempat syok lantaran tak enak hati dengan temannya.

“Iya, kacau. Saya bingung memikirkan bagaimana cara mengganti uang teman saya,” ujar A.

A mengatakan, beruntung sejumlah temannya memahami insiden yang menimpanya.

“Untung teman saya ada yang mengerti apa yang saya alami. Tapi tetap, saya tidak enak hati dengan mereka,” ujarnya.

“Beberapa orang ada yang sudah saya ganti uangnya, cuma ya mereka ada yang mengerti juga,” lanjutnya.

Tak tinggal diam, pada 21 Maret 2020, A melaporkan kasus ini kepada pihak Polres Metro Jakarta Pusat.

Kini, kasus penipuan tersebut sedang ditangani jajaran Polres Metro Jakarta Pusat. Nomor laporan A pun tercatat dengan nomor: 487/K/III/2020/RESTRO JAKARTA PUSAT.

“Akhirnya saya laporan ke Polres Metro Jakarta Pusat, agar tak ada korban lagi,” pungkas A.

Isi Kardus Bekas

Setelah wanita berusia 46 tahun berinisial A tertipu belasan juta saat membeli masker di toko online, kini dia menceritakan hal serupa.

Kali ini, dia menjelaskan insiden tersebut dialami temannya, berinisial C.

“Kemarin, teman saya juga kena tipunya begini, dia pesan masker, barangnya dikirim,” jelas A saat dihubungi TribunJakarta.com, Senin (30/3/2020).

“Pas dibuka, isinya bukan masker, malah dus-dus kecil bekas,” sambungnya.

Karena itu, A menyatakan kerugian yang dialami C senilai kira-kira Rp5,6 juta.

“Parah banget. Dia mengalami kerugian Rp5,6 juta,” ujar A.

A pun menduga, penipu yang menjual masker kepada C merupakan komplotan yang sama.

“Kalau saya duga, itu komplotannya mereka. Karena mereka itu ada beberapa akun, setelah saya kena tipu itu,” kata dia.

Baca Juga :  FPI Tegaskan Rizieq Shihab Sudah Jalani Tes Swab, tapi Tak Ingin Rekam Medis Dipublikasikan

“Nama Bank-nya pun sama, tapi nomor rekeningnya tidak sama, sih,” lanjutnya.

Terlebih, saat A dan C melaporkan hal ini ke kantor Bank yang dimaksud, mendapat cerita mengenaskan juga.

Ada seorang nasabah yang tertipu hingga Rp 17 jutaan.

“Bahkan waktu saya laporan ke bank tempat saya transfer, ada pegawai banknya yang bilang, ada korban kerugiannya sampai Rp 17 juta,” ucap A.

A menjelaskan, C berniat membeli masker guna disumbangkan kepada pihak yang membutuhkan.

Yakni orang yang rentang terpapar virus corona (Covid-19), di antaranya tenaga medis dan warga Jakarta yang bekerja di luar rumah.

“Sama kayak saya, untuk disumbangkan ke orang-orang,” ujarnya.

Diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, wanita 46 tahun berinisial A, kena tipu saat membeli masker di toko online hingga Rp 11 jutaan.

Dia menjelaskan, hal tak mengenakan ini terjadi pada 18 Maret 2020.

“Total Rp 11 juta lebih. Saya beli di toko online, pada 18 Maret 2020,” kata A, saat dihubungi TribunJakarta.com, Senin (30/3/2020).

Dia melanjutkan, jumlah belasan juta tersebut untuk lima kali transaksi.

Pada tiap transaksi tersebut, sambungnya, harga masing-masing paket masker berbeda.

“Ada yang ratusan ribu sampai belasan juta,” ujar A.

Sang pelaku penipuan pun berusaha mengirimkan paket masker pesanan A.

Namun, hingga keesokan harinya, 19 Maret 2020, pesanan A tak kunjung dikirim.

Alhasil, A curiga dan langsung mengajak pelaku bertemu.

“Tapi dia (pelaku) menolak saya ajak bertemu biar memastikan benar apa tidak,” ujarnya.

“Dia malah bilang, tidak bisa bertemu. Ini paketnya saya kirim melalui jasa pengiriman barang. Dia bilang begitu sambil marah-marah,” sambungnya.

Padahal, kata A, masker yang dipesan ini untuk disumbangkan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebab, Ibu Kota Jakarta sedang dilanda wabah virus corona (Covid-19).

Tak tinggal diam, pada 21 Maret 2020, A melaporkan kasus ini kepada pihak Polres Metro Jakarta Pusat.

Kini, kasus penipuan tersebut sedang ditangani jajaran Polres Metro Jakarta Pusat.

Nomor laporan A pun tercatat dengan nomor: 487/K/III/2020/RESTRO JAKARTA PUSAT.

“Akhirnya saya laporan ke Polres Metro Jakarta Pusat, agar tak ada korban lagi,” pungkas A.