JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Masa Darurat Corona Sampai Habis Lebaran, Program Mudik Gratis Pemprov Jateng Resmi Dibatalkan

Foto/Humas Jateng
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG 20200323 WA0046
Foto/Humas Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memutuskan membatalkan agenda mudik lebaran gratis tahun 2020 bantuan gubernur dan buapti/ wali kota se-Jateng.

Putusan itu diambil untuk meminimalisasi penyebaran penyakit karena virus Corona (Covid-19).

Menurut rencana, tahun ini Pemprov Jateng menyiapkan 247 armada bus ditambah 1.800 tiket kereta, bagi warga Jawa Tengah di Jakarta, yang ingin balik ke kampung halaman.

Namun, rencana itu dibatalkan dengan surat bernomor 430/0006380, terkait pembatalan agenda tahunan itu, yang ditandatangani secara Penjabat (Pj) Sekda Jateng, Herru Setiadhie.

Menurut Herru, alasan pembatalan mudik gratis tersebut karena memperhatikan protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah, untuk mengurangi kerumunan massa di tempat umum. Sebab, pada kondisi seperti itu, berpotensi pada penularan Covid-19.

Baca Juga :  Program Jogo Tonggo Rintisan Ganjar Dapat Penghargaan dari Kemenpan-RB

“Utamanya untuk mengurangi kegiatan dan kerumunan massa di area publik. Maka dengan mengedepankan masyarakat luas, Pemprov Jateng membatalkan pelaksanaan mudik lebaran gratis tahun 2020,” ujarnya, Senin (23/3/2020).

Terkait hal tersebut Kepala Badan Penghubung Jawa Tengah di Jakarta Moh Wahju Alamsyah mengatakan,seharusnya jadwal pendaftaran mudik gratis lebaran dilakukan pada 19-20 April 2020.

Sedangkan pelaksanaan mudik gratis, dijadwalkan pada 15 Mei 2020. Namun, mengingat masa darurat Corona diperpanjang hingga usai Lebaran, mudik gratis pun dibatalkan.

Mengenai pembatalan itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan paguyuban warga Jateng di Jakarta.

Baca Juga :  Guberbur Jateng Bersama KPU, Bawaslu dan Pihak Terkait Bahas Skenario Pelaksanaan Pilkada dalam Kondisi Darurat Pandemi dan Erupsi Gunung Merapi

“Kebanyakan dari mereka sudah memahami akan kondisi saat ini,” ucapnya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (23/3/2020).

Kepada paguyuban warga Jateng di Jakarta, ia juga mewanti-wanti agar menaati protokol yang telah dibuat oleh Pemprov DKI, untuk tidak keluar rumah sampai 2 April 2020.

Selain itu, jika memang harus pulang ke Jawa Tengah, ia mengharapkan agar proaktif memeriksakan diri.

“Kami sarankan mereka untuk lebih proaktif, melakukan cek kesehatan sebelum pulang. Agar tidak memindahkan permasalahan. Bagi mereka yang masih di Jakarta, harapannya agar menaati peraturan Pemprov DKI agarstay di rumah,” paparnya. JSnews