JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Mumtaz Rais Sebut PAN Solo Dukung Gibran, Dia Berharap Dukungan PDIP Sleman

Gibran Rakabuming Raka. istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Mumtaz Rais bertekad bulat maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sleman 2020. Terpilihnya Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum DPP PAN 2020-2025 tidak menyurutkan langkah Mumtaz Rais untuk maju dalam Pilkada 2020.

Mumtaz yang merupakan putra dari Amien Rais sekaligus menantu Zulkifli Hasan itu menegaskan tidak ada kaitan antara kongres dan Pilkada Sleman dan hasil kongres tidak akan mempengaruhi langkahnya dalam Pilkada.

Justru Mumtaz mengatakan bahwa selain dukungan dari internal partai, ia juga mengantongi dukungan dari Gerindra.

Sehingga total dukungan saat ini 12 kursi dan itu cukup untuk ia maju dalam Pilkada.

Mumtaz pun belum menentukan akan maju sebagai bakal calon bupati atau wakil bupati.

Dengan dukungan 12 kursi, pada dasarnya dia bisa maju mendaftar karena syarat minimal dukungan telah tercapai.

Baca Juga :  Mayoritas Kapanewon di Sleman Masuk Zona Merah, Dinkes Bakal Lakukan Rapid Tes untuk Pengungsi Merapi

Namun, Mumtaz masih menunggu kubu PDIP Sleman.

“Saat ini kami sedang menunggu untuk partai lain bergabung,” ucapnya.

Mumtaz mengklaim jika tiga poros partai utama di Sleman yakni PAN, PDIP, dan Gerindra bergabung, maka Pilkada Sleman dipastikan selesai lebih awal.

“Kalau PDIP, PAN, Gerindra gabung jadi tidak ada lawan. Saya juga berharap PKB ikut, karena ini gerbong kemenangan,” bebernya.

Namun, nama Kustini Sri Purnomo santer dikabarkan akan maju dalam Pilkada Sleman, dan menurutnya jika itu benar maka akan merubah peta Pilkada.

Pasalnya istri dari Bupati Sleman dikabarkan akan maju melalui PDI Perjuangan.

Hal ini memunculkan dua skenario.

Baca Juga :  FPI Bandingkan Kerumunan Rizieq dan Gibran Saat Pendaftaran Pilkada, Begini Jawaban Kapolresta Solo

Menurut Mumtaz, jika nantinya nama untuk bakal calon Bupati berasal dari luar partai PDI Perjuangan, maka otomatis bakal calon wakil bupati akan berasal dari internal PDI Perjuangan.

Dengan kondisi itu, ia akan maju tanpa koalisi dengan PDI Perjuangan.

“Tapi jika PDIP mengambil kader sendiri dan harus berkoalisi, saya siap jadi wakilnya PDIP karena itu sama-sama enak,” ucapnya.

Mumtaz berharap agar PDIP Sleman bisa satu gerbong dengan PAN dan saling mendukung.

Seperti yang terjadi di Solo, di mana PAN Solo mendukung Gibran yang merupakan kader PDIP.

“PAN Solo itu mendukung Mas Gibran. Jadi saya berharap di Sleman PDIP juga ikut mendukung. Insha Allah akan terbuka titik terang di Sleman PDIP bersama PAN,” tegasnya.

www.tribunnews.com