loading...
Suwardi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Aksi dua dukun ahli supranatural asal Ngablak, Kroyo, Karangmalang melakukan ritual di Alun-alun untuk mengusir wabah corona virus, Minggu (29/3/2020) siang, menyedot perhatian publik.

Berita itu juga ramai menarik ribuan pembaca. Namun di balik aksi ritual unik mereka, ternyata ada fakta lain dari sosok pelaku ritual tersebut.

Suwardi (52) ahli supranatural yang berdomisili di Ngablak, Kroyo itu ternyata pernah mencalonkan diri sebagai calon bupati Sragen pada Pilkada 2011.

Dia kala itu maju dari jalur independen dan berhasil mengumpulkan 50.000 lebih KTP dukungan meski akhirnya gagal melenggang.

“Iya saya pernah maju nyalon Pilkada 2011. Waktu itu bisa ngumpulkan KTP dukungan 50.000 lebih. Ya habis banyak, wong satu KTP itu 5 bungkus supermi. Ya nggak apa-apa, setidaknya bisa berbagi sama warga,” tuturnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (30/3/2020).

Soal aksi ritualnya di Alun-alun kemarin, Suwardi menyebut inisiatif itu muncul dari pribadinya sendiri menyikapi situasi negeri yang tengah dirundung petaka wabah corona.

Ia mengatakan aksinya itu bukan untuk tujuan cari sensasi atau untuk tujuan ketenaran. Akan tetapi lebih pada kepeduliannya demi kebaikan masyarakat dan negara.

Baca Juga :  Update Corona Sragen 23 Mei, Tambah Satu Lagi Warga Positif Terpapar Covid-19. Total 32 Positif, PDP Tambah 3 Orang, Sembuh 50 Orang, 13 Meninggal Dunia

“Kemarin saya memang dapat petunjuk untuk tirakat di titik nol Sragen yaitu di alun-alun. Sebelumnya saya juga tirakat 40 hari di sana. Tiap malam terus di atas jam 00.00 WIB. Intinya berdoa untuk kebaikan keluarga, kebaikan bersama dan negara. Sing elek ben dadi apik. Sing apik dadi lebih apik. Intinya kan berdoa, apapun caranya,” tegasnya.

Dua orang dukun supranatural asal Kroyo, Karangmalang, Sragen saat melakukan ritual usir wabah corona di Alun-Alun Sragen, Minggu (29/3/2020). Foto/Wardoyo

Aksi ritual usir corona itu dilakukan Mbah Suwardi asal Ngablak, Kroyo, Karangmalang, Sragen bersama rekannya Sukino, Minggu (29/3/2020) siang.

Keduanya spontan berinisiatif menggelar ritual ala kejawen di alun-alun Sasono Langen Putro Sragen.

Merebaknya wabah corona yang melumpuhkan sendi-sendi kehidupan di berbagai negara dan daerah, menjadi alasan keduanya tergerak menggelar ritual.

Ritual dilakukan pukul 12.15 WIB di tengah Alun-alun. Mereka berdoa dengan uborampe ala Jawa yakni  5 buah sapu lidi yang diberi bawang merah, lombok merah dan kunyit di ujungnya.

“Ritual ini untuk memanjatkan doa pada tuhan agar wabah virus corona segera sirna. Agar warga Sragen lepas dari segala dari penyakit yang meresahkan. Dan pageblug penyakit corona ini segera lenyap,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (29/3/2020).

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Maut Truk Ringsek Gasak Tronton di Tol Soker Sragen Tewaskan Mahasiswa Jember. Truk Mendadak Hilang Kendali Lalu...

Dukun asal Karangmalang itu menuturkan alun-alun Sragen dipilih sebagai lokasi ritual lantaran merupakan pusat kota dan menjadi titik 0 kilometer Kabupaten Sragen.

Ritual dilakukan dengan melafalkan doa dengan bahasa Arab dan bahasa jawa dalam menjalankan ritual.

Melalui lelaku ritual menggunakan sodo lanang itu, diharapkan bisa mengusir wabah virus corona. Dia berharap kondisi ekonomi dan kesejahteraan warga segera pulih seperti sedia kala. Karena saat ini kondisi bangsa dan daerah benar-benar terpuruk.

”Ini juga peringatan pada semua manusia. Supaya mereka merenung,  tidak berbuat jahat dan berbuat maksiat serta selalu eling pada Gusti Allah,” tandasnya.

Sementara, Sukino menambahkan mengingatkan agar semua komponen masyarakat saling mendoakan. Karena menurutnya doa pada orang lain akan lebih ikhlas dan lebih didengar tuhan.

”Mungkin ritual ini tidak masuk akal, Namun orang Jawa dari dulu memberi nasehat melakukan seperti ini jika terjadi pageblug,” tuturnya. Wardoyo