loading...
istimewa
Maestro lukis Srihadi Soerdarsono (kedua kiri) menyerahkan litografi kepada Menteri BUMN RI, Erick Thohir (kedua kanan) didampingi oleh Chairman Coordinator Pameran, Purwaty Lee Couhault (kiri) dan President Director Sugar Group Companies, Gunawan Jusuf (kanan) saat pembukaan Pameran Tunggal “SRIHADI SOEDARSONO–– Man x Universe” pada Rabu 11 Maret 2020 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.

JAKARTA- Kembali, maestro lukis Prof. Kanjeng Pangeran Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, M.A. menggelar pameran tunggal  di Galeri Nasional Indonesia mulai Rabu, 11 Maret hingga 9 April 2020 mendatang. Pameran yang dibuka oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada Rabu, 11 Maret 2020 lalu ini juga dirangkai peluncuran buku Srihadi Soedarsono Man x Universe.

Dalam rilisnya ke JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (17/3/2020), pameran tersebut menampilkan 44 lukisan-lukisan bentang alam (landscape)  dalam rentang produksi di tahun 2016–2020.

Kurator pameran ini Dr. A. Rikrik Kusmara, M.Sn. menyebut pameran “Srihadi Sedarsono–– Man x Universe” adalah pendekatan baru Srihadi dalam mengekspresikan landscape, sebab menampilkan metafora dan simbol yang cukup kompleks. Proses artistik tersebut tak lepas dari kondisi sosial politik Indonesia yang tensinya naik sepanjang 2016–2019, tahun-tahun Srihadi menghasilkan karya untuk pameran ini.

Baca Juga :  SMKN 1 Girisubo Gunungkidul DIY Serahkan Bantuan Paket Internet Bagi Siswa dan Guru Selama Pandemi COVID-19

 Lukisan Papua juga menjadi seri penting dalam pameran ini, yang diwakili Papua – The Golden River Belong to Its People (2017) dan Papua – The Energy of Golden River (2017). Dua lukisan itu adalah tangkapan ingatan Srihadi atas Papua tahun 1975. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan kondisi Papua saat ini, ketika tambang meluas, jalan aspal sambung bersambung, dan luas hutan menyusut.

Bayangan Papua di tahun 1975 ketika hutan perawan masih mendominasi. Dilihat dari udara, menjelang malam, hanya hitam di bawah sana. Lalu tiba-tiba tertangkap pandangan ada yang meliuk-liuk indah berkilat-kilat dari ujung ke ujung. Sungai keemasan yang menembus pekatnya hutan Papua.

Baca Juga :  Yogyakarta Tak Ada Penambahan Kasus Baru Positif Covid-19 Berturut-turut, Bertahan di Angka 237, Sembuh Bertambah 2

Pemandangan tersebutlah yang dialami Srihadi saat bertugas untuk melukis sumur pengeboran dekat Sorong, Papua, pada 1975. Dia tiba di kawasan pengeboran di tengah hutan pada sore hari dengan menumpang helikopter. Akses darat nyaris mustahil sebab jalan aspal hanya sepanjang satu kilometer.

 “Alam Papua bagus sekali dilihat dari atas. Hutan sudah gelap. Yang terlihat hanya sungai mengkilat keemasan terkena sinar matahari sore. Kesan ini yang saya tangkap,” kata Srihadi Soedarsono.

Karya yang terakhir diproduksi di antara karya-karya yang dipamerkan adalah Jakarta Megapolitan – Patung Pembebasan Banjir (2020, 128 x 205 cm), menyorot bencana banjir besar yang menimpa Jakarta dan wilayah sekitarnya pada 1 Januari 2020.

Adapun buku berjudul “Srihadi Soedarsono–– Man x Universe” membedah hubungan spiritual manusia, berikut siklus hidupnya, dengan alam semesta. Buku tersebut ditulis Farida Srihadi bersama budayawan Jean Couteau.#Kiki DS