loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana merebaknya kasus  penyebaran virus Corona ibarat  memunculkan kesempatan dalam kesempitan bagi orang-orang tak bertanggung jawab. Hal itu terlihat dari  oknum-oknum yang melakukan penimbunan masker sehingga membuat harganya naik selangit ketika  banyak yang membutuhkan.

Terkait fenomena itu, Kepolisian Daerah Metro Jaya kembali membongkar praktik penimbunan masker di tengah kasus virus corona yang masuk ke Indonesia. Kali ini praktik tak terpuji itu dilakukan oleh seseorang di sebuah apartemen kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Baca Juga :  Ikadin di Solo Somasi Dewas TVRI, Pengangkatan Dirut Dinilai Langgar Hukum & Desak Dibatalkan

“Benar (ada praktik penimbunan masker yang terbongkar),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/ 2020).

Yusri tak merinci kasus penimbunan masker itu lebih lanjut. Sebab, pihaknya baru akan merilis kasus itu besok. Ia hanya menjelaskan jumlah masker yang disita mencapai ratusan kardus.

“Ada 350 kardus berbagai merek yang kami sita,” kata dia.

Baca Juga :  Rampok Kian Marak Selama Pandemi, Polisi Usul Pengusaha Minimarket Sediakan Security

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggerebek gudang penimbunan dan produksi masker ilegal di Central Cakung, Jakarta Utara pada Kamis, 27 Februari lalu. Polisi menyita 60 dus berisi 3 ribu boks masker siap edar. Tempat produksi masker tersebut tak memiliki izin.

Yusri sebelumnya mengatakan, polisi akan memburu para penimbun masker tersebut. Warga Ibu Kota sebelumnya menyerbu Pasar Pramuka untuk membeli masker dan pembersih tangan setelah pengumuman adanya dua warga Depok terinfeksi virus corona.

Adapun harga masker saat ini sudah selangit. Satu boks mencapai sekitar Rp 250.000  lebih.

www.tempo.co