JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Positif Virus Corona, Kepala Staf Angkatan Darat Italia Dikarantina di Rumahnya

Kepala Staf Angkatan Darat Italia Salvatore Farina / tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS – Virus Corona telah mewabah dan menjangkiti Kepala Staf Angkatan Darat Italia, Salvatore Farina.

Dia dinyatakan positif mengidap virus Corona COVID-19 dan akan tetap dikarantina di rumahnya, sementara pejabat pengganti akan mengambil tugas resminya.

Farina mengumumkan bahwa ia melakukan isolasi diri setelah merasa tidak enak badan dan kemudian dites positif untuk penyakit tersebut, menurut laporan RT, 9 Februari 2020. Tugas resminya akan digantikan sementara oleh Jenderal Federico Bonato.

Pada Ahad jumlah kematian virus Corona Italia melonjak drastis 57 persen, dari 233 menjadi 366 kematian, menurut Reuters.

Pemerintah Italia juga telah menutup sejumlah kota besar di bagian Utara Italia, termasuk Milan, setelah jumlah kematian virus Corona atau COVID-19 naik drastis pada Ahad.

Perdana Menteri Giuseppe Conte memberlakukan aturan untuk menekan penyebaran wabah, di antaranya membatasi acara publik, dan mengimbau masyarakat untuk tetap di dalam rumah masing-masing hingga 3 April mendatang.

Isolasi pada sejumlah wilayah diberlakukan terutama di Lombardi, kota di Italia yang dinyatakan sebagai kawasan darurat wabah, serta 14 provinsi di empat wilayah lainnya, termasuk kota Venesia, Modena, Parma, Piacenza, Reggio Emilia, dan Rimini.

Masyarakat dilarang meninggalkan wilayah tersebut kecuali ada urusan pekerjaan mendesak atau mengalami masalah kesehatan. Cuti pun telah dibatalkan bagi para tenaga medis.

“Kami sedang menghadapi keadaan darurat. Dari awal kami sudah bertindak jujur dan transparan. Sekarang kami harus bertindak tegas dengan keteguhan dan tekad untuk melawan wabah, terlebih rumah sakit kami sangat kewalahan menangani pasien,” ujar Conte dalam konferensi pers pada Minggu waktu setempat.

Saat ini Italia masih menjadi negara paling terdampak akibat virus COVID-19 di wilayah Eropa dan kematian tertinggi kedua setelah Cina daratan, terlebih dengan adanya catatan baru mengenai jumlah kasus dan korban meninggal virus Corona yang baru dikonfirmasi.

www.tempo.co