JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Prihatin Harga Masker Meroket 1.500 %, SMK Citra Medika Sragen Tergerak Luncurkan Produk Masker dan Hand Sanitizer. Harga Lebih Terjangkau dan Diklaim Lebih Ramah Lingkungan

Salah satu siswi SMK Citra Medika Sragen saat memperkenalkan masker produksi SMK Citra Medika Sragen yang diklaim harga lebih terjangkau dan ramah lingkungan, Kamis (12/3/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Salah satu siswi SMK Citra Medika Sragen saat memperkenalkan masker produksi SMK Citra Medika Sragen yang diklaim harga lebih terjangkau dan ramah lingkungan, Kamis (12/3/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Meningkatnya kewaspadaan akibat penyebaran wabah Corona Virus di Indonesia berdampak buruk terhadap ketersediaan masker dan hand sanitizer.

Setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa di Indonesia dua warga Depok telah terinfeksi virus corona, masyarakat langsung berbondong-bondong langsung memburu dua produk untuk pencegahan virus Covid-19.

Meningkatnya permintaan konsumen tersebut langsung mengerek harga kedua produk itu hingga naik ugal-ugalan sampai 10 kali lipat di Sragen. Itu pun stok barang nyaris sulit didapatkan.

Prihatin kondisi itu, SMK Citra Medika Sragen langsung tanggap dan siaga dengan berinovasi meluncurkan produk masker antiseptik dan hand sanitizer pada Kamis (12/3/2020).

Rencananya kedua produk ini akan segera dilempar ke pasar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Produk masker dan hand sanitizer dari SMK kesehatan yang berlokasi di Nglorog, Sragen itu diklaim bakal dibanderol dengan harga lebih terjangkau dan ramah lingkungan.

Kepala SMK Citra Medika Sragen, Nano Priyanto, mengatakan inovasi pembuatan produk masker dan hand sanitizer itu dilakukan sebagai wujud keprihatinan atas wabah virus corona yang telah sampai di Indonesia.

Menurutnya kehadiran masker produksi SMK Citra Mediks itu juga untuk membantu mengatasi kelangkaan dan mahalnya masker akibat ulah al ini oknum-oknum tak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi saat ini.

Baca Juga :  Pengusaha Wanita Asal Plupuh Sragen Positif Covid-19 Berhasil Sembuh, Tapi Anaknya dan Karyawannya Masih Dirawat. Dua Pasien dari Tanon dan Sumberlawang Juga Ikut Sembuh

Dari pantauan di lapangan, saat ini harga masker di Sragen naik 1500%, hand sanitizer harga naik sdh 300%, dan empon-empon mencapai 200 %.

Meski harganya mahal, dua produk pertama yakni masker dan hand sanitizer juga sulit didapat karena apotek-apotek tak berani menjual lantaran takut tak laku.

“Bahkan, di beberapa media ada oknum yang menjual masker bekas yang didaur ulang. Begitu juga dengan produk hand sanitizer masih ada beberapa produk yang mungkin bahannya tidak sesuai standar. Hal inilah yang membuat kami peduli terhadap kesehatan masyarakat dalam menghadapi virus corona dengan meluncurkan produk baru berupa masker antiseptik dan hand sanitizer,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (12/3/2020).

Produk hand sanitizer SMK Citra Medika Sragen yang akan segera diluncurkan ke pasar. Foto/Wardoyo

Nano menguraikan produk masker dan hand sanitizer itu dikembangkan oleh siwa-siswi yang dibimbing oleh guru kejuruan dan guru produk kreatif kewirausahaan.

“Untuk produksi masker seminggu kami bisa 1.000 lembar. Sedangkan hand sanitizer bisa 2000 botol perminggu,” terangnya.

Guru Kejuruan di SMK Citra Medika Sragen, Dini Apriyani menjelaskan produk masker dan hand sanitizer SMK Citra Medika memiliki beberapa keunggulan.

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Maut Kades Gilirejo Baru Sragen Tewaskan Perempuan Muda yang Diboncengkan di Kalijambe. Motor Hilang Kendali Lalu...

Seperti harganya yang terjangkau, dijamin lebih murah dibandingkan dengan produk-produk lain, serta diolah dengan bahan yang terjamin aman.

“Apalagi untuk produk masker bisa dicuci dan diseterika untuk dipergunakan kembali selama lapisan dalam masih bagus dan layak pakai. Hand sanitizer juga ampuh membunuh kuman dan bakteri, apalagi jika diikuti dengan rajin mencuci tangan,” urainya.

Tidak hanya itu, SMK Citra Medika Sragen juga mulai mengembangkan tanaman obat di lingkungan sekolah. Terkait antisipasi Corona, sekolah sudah mengawali mengajak siswa turut menanam di rumah, seperti jahe, kunyit dan temulawak.

Bahkan, Citra Medika Sragen juga telah memasarkan produk minuman instan dengan bahan dasar empon-empon tersebut. Seperti kunyit asam, jahe merah, temulawak, susu jahe, dan lain-lain.

Fungsinya untuk meningkatkan sistem imun tubuh, zat anti demam, serta menjaga regenerasi sel di dalam tubuh. Ini juga bentuk siaga menolak virus corona.

“Kami jahe merah ready per minggu 1 kuintal. Baik jahe merah basah, kering maupun serbuk,” pungkasnya. Wardoyo