JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Viral Video Panas 3 Lawan 1 Vina Garut, Pemeran Cewek Minta Dibebaskan, Dua Terdakwa Lain Minta Keringanan Hukuman

Terdakwa VA dalam kasus video Vina Garut digiring petugas ke ruang tahanan usai menjalani sidang pledoi atau pembelaan di Pengadilan Negeri Garut, Kamis (12/3/2020). Tribun Jabar/Firman Wijaksana
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

GARUT, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dalam sidang pledoi atau pembelaan kasus video Vina Garut di Pengadilan Negeri (PN) Garut terdakwa VA meminta dibebaskan dari semua tuntutan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dinilai tak bisa memberi bukti dalam persidangan.

Kuasa hukum VA, Asri Vidya Dewi, mengatakan, JPU tak bisa membuktikan dakwaan dan tuntutannya. Faktanya tidak ada keterkaitan dengan Undang-undang Pornografi yang disangkakan kepada kliennya.

“Kami minta VA dibebaskan. Selain itu kondisi psikologis klien kami harus dipulihkan,” ujar Asri seusai sidang di PN Garut, Kamis (12/3/2020).

Asri menilai, justru VA menjadi korban dalam kasus tersebut. Dalam persidangan sangat jelas ada tindak pidana perdagangan orang. Bahkan Asri menyebut, VA menjadi korban kekerasan seksual.

Baca Juga :  Bobby dan Kahiyang Unggah Foto Anak Kedua, Bikin Netizen Penasaran Nama Adik Sedah Mirah

“Klien kami juga terkena KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Kalau tuduhan pornografi itu tidak terbukti. Tidak ada bukti di mana tempatnya. Alat bukti elektronik juga tidak dibuktikan,” katanya.

Pengacara AD dan We, Soni Sonjaya dalam pembelaannya meminta vonis yang lebih ringan kepada majelis hakim.

Soni menyebut, jika kedua kliennya sudah mengakui dan menyadari perbuatannya.

“Kami minta putusan yang seringan-ringannya. Kedua terdakwa sudah akui perbuatannya dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya,” ucap Soni.

Baca Juga :  Gaji di Bawah Rp5 Juta Per Bulan Tapi Tak Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Tetap Bisa Dapat Insentif Rp600.000 Per Bulan, Ini Solusi dari Sri Mulyani

Selama persidangan, Soni menyatakan jika kedua kliennya sangat kooperatif selama persidangan. Hal itu diharap jadi pertimbangan bagi majelis hakim.

“Terdakwa juga punya tanggungan. Minggu depan tinggal menunggu putusan dari majelis hakim. JPU juga tak mengubah tuntutannya dari pembelaan klien kami,” katanya.

Dalam tuntutan JPU, terdakwa VA dituntut lima tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara.

Sedangkan terdakwa AD dan We, dituntut empat tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

www.tribunnews.com