JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Satu Pasien Corona Meninggal, Kota Solo Dinyatakan Dalam Status KLB Corona!

Ilustrasi virus corona / wikipedia.org / tempo.co

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkot Solo  akhirnya menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona, menyusul kematian seorang pasien virus corona  di RS Dr Moewardi, Jumat (13/3/2020).

Penetapan status KLB tersebut merupakan kesimpulan dari Rapat Koordinasi (Rakor) di rumah dinas Walikota Surakarta, Loji Gandrung, Jumat (13/3/2020) malam.

Rakor dipimpin langsung oleh Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. Penetapan status tersebut berimbas pada berbagai sektor dan kegiatan yang bersifat kerumunan di Kota Solo.

Beberapa di antaranya adalah, aktivitas Car Free  Day (CFD) ditiadakan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Baca Juga :  Monumen Pers di Solo Bisa jadi Alternatif Tempat Belajar di Masa Pandemi. Begini Syaratnya..

Pentas Wayang Orang (WO) Sriwedari dan kethoprak diliburkan, sementara kegiatan olah raga di GOR Manahan dan Sriwedari juga ditutup.

Di samping itu, destinasi dan transportasi pariwisata ditutup, sedangkan upacara serta  apel bersama di Balaikota pun ditiadakan.

Event-event olah dara dan budaya pun ikut kena imbasnya, karena harus dibatalkan atau ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Dalam kedinasan, kegiatan kunjungan kerja dan penerimaan kunjungan kerja juga dibatalkan. Lomba-lomba tingkat kelurahan ditunda sampai dua minggu ke depan.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19 Tak Menghalangi Voca Erudita UNS Berkreasi, Lakukan Kolaborasi Virtual dengan 78 Youth Choir

“Begitu pula, Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) RKPD juga ditunda selama dua minggu ke depan,” papar Rudy.

Mall dan pasar diwajibkan untuk menyediakan tempat cuci tangan dan sabun. Antisipasi tersebut dikuti dengan pemusnahan kelelawar, kalong dan codot di Pasar Depok.

“Untuk sementara waktu, hindari salaman dan cipika cipiki,” ujarnya.

Sedangkan di sektor pendidikan, para siswa sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMA baik negeri maupun swasta diwajibkan belajar di rumah, alias diliburkan sampai 14 hari ke depan. suhamdani