JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Sosok Disa Ageng Alifven, Tokoh Pengusaha Muda Karanganyar Yang Getol Gelorakan Cinta Pancasila dan Mendadak Jadi Perbincangan. Ajak Milenial Berkontribusi Positif Sekecil Apapun Untuk Bangsa Ini!

Disa Ageng Alifven. Foto Kolase/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Disa Ageng Alifven. Foto Kolase/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Menyandang status sebagai anak pejabat dan gelimang harta terkadang membuat seseorang hanyut dalam gemerlap kehidupan. Tapi tidak bagi
Disa Ageng Alifven.

Putra sulung mantan Wabup Karanganyar dan anggota DPR RI, Paryono itu justru memandang sebaliknya.

Predikat sebagai anak pejabat yang sadar bakal menjadi sorotan publik, justru membuatnya terdidik untuk hidup mandiri dan tak larut dalam gelimang kemewahan.

Ya, didikan keras untuk mandiri dan tidak manja dari orangtuanya membuatnya lebih terasah menjadi pribadi yang mandiri. Kini, di usia ke 26 tahun dan sudah berkeluarga, Disa mengaku lebih enjoy menggeluti dunia usaha yang dirintisnya.

Namun selain itu, ia juga mulai aktif di dunia organisasi yakni Pemuda Pancasila. Tak tanggung-tanggung, pria kelahiran Karanganyar 5 Juli 1994 silam itu kini dipercaya memegang tampuk pimpinan MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Karanganyar sejak 26 Agustus 2019.

Berkat kepemimpinannya di PP Karanganyar, namanya kini banyak menjadi perbincangan. Sosoknya yang tegas, muda dan lantang dalam berdiplomasi, rupanya banyak menyita perhatian publik di Bumi Intanpari.

Memegang sebuah organisasi besar di usia muda, memang bukan perkara mudah. Namun Disa mengaku hal itu bukan sebagai beban lantaran dunia organisasi bukan hal yang asing baginya.

Sebab sejak di bangku sekolah, dirinya memang sudah aktif untuk ikut berorgansasi. Selain itu semangat kecintaannya terhadap Pancasila, menjadi pelecut nalurinya untuk berkontribusi memberikan pengabdian menjaga dan melestarikan nilai Pancasila lewat organisasi PP tersebut.

“Memang sejak sekolah, saya sudah suka organisasi. Suka kumpul-kumpul tukar pikiran dengan kelompok majemuk. Di pondok pun juga aktif organisasi di pondok. Waktu kuliah, juga ikut organisasi kampus. sejak sekolah sdh suka organisasi. Sekarang ketika sudah berkeluarga dan jadi bagian masyarakat, jiwa organisasi itu juga terbawa. Saya mulai gabung di PP karena belajar pemikiran yang majemuk,” papar bapak dua anak itu kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (7/3/2020).

Baca Juga :  Update Kasus Covid-19 Karanganyar Tambah 2 Positif, Satu Suspek Kembali Meninggal. Total 176 Positif, 139 Sembuh, 43 Meninggal Dunia

Disa, panggilan akrabnya, menguraikan dia mengawali bangku sekolah dengan mondok di Ponpes Assalam Solo. Selepas itu, ia melanjutkan studi Diploma 3 di UNS Solo.

Belajar di Ponpes, diakuinya telah banyak mendidiknya menjadi pribadi mandiri. Hal itu pula yang membuatnya menjauh dari kehidupan hedonis dan kemewahan yang kadang identik dengan gaya hidup anak pejabat.

“Seingat saya 6 tahun saya di Ponpes, Bapak hanya dua kali menjenguk. Karena beliau memang memercayakan dan mendidik kemandirian. Nggak ada manja-manja. Pelajaran dari Bapak sekaligus guru saya, beliau selalu mengajarkan apa yang dikatakan orang lain harus ditelaah matang-matang. Ibarat makan sesuatu kita rasakan kalau manis kita kunyah telan dan jadi energi. Kalau racun atau tidak enak ya dimuntahkan. Bapak selalu mendoktrin bahwa hidup harus banyak belajar belajar dan mandiri agar tidak besar kepala,” katanya.

Jiwa mandiri itulah yang kini selalu tertanam di benaknya. Pria yang kini menetap di Perum Puri Kahuripan, Papahan, Karanganyar itu menjelaskan awal tertarik dengan organisasi Pemuda Pancasila karena dari awal, bapaknya juga merintis karier lewat pengurus PP.

Namun lebih dari itu, ia melihat Ormas PP benar-benar menggaungkan nilai-nilai pancasila dan menjadi garda terdepan dalam mengawal ideologi bangsa ini.

“Apalagi di era sekarang, ancaman dan tantangan terhadap pancasila itu makin terang-terangan. Mereka terang-terangan mendeklair tidak setia dengan Pancasila, mendeklair ideologi lain untuk melawan Pancasila. Itu seolah panggilan jiwa saya untuk berkontribusi terhadap bangsa ini lewat ormas PP ini. PP itu saluran organisasi yang bisa menjadi implementasi bagaimana mengajak generasi muda dan masyarakat tidak apatis tapi makin mencintai pancasila sebagai nilai luhur bangsa kita yang majemuk ini,” terangnya.

Disa saat hadir di kegiatan PP Karanganyar. Foto/Istimewa

Sejak dipercaya memegang tampuk MPC PP Karanganyar, berbagai hal dan gebrakan sudah ia rintis. Di antaranya merekrut kader-kader muda di semua wilayah kecamatan hingga desa untuk menjadi garda kepengurusan.

Baca Juga :  Dahsyatnya Pesona Telaga Madirda Karanganyar. Tak Sampai 50 Hari Dibuka Mampu Hasilkan Rp 200 Juta. Terus Berbenah Menuju Obyek Wisata Nasional

Kemudian menggelar kegiatan sosialisasi pancasila yang dipadukan dengan kegiatan berbalut ajang asah bakat seperti fashion show, atlet dan lainnya.

“Kegiatan itu kita gelorakan agar semangat mencintai Pancasila itu tumbuh dengan riang. Kalau sudah cinta dulu dengan Pancasila, mereka akan jadi loyalis pancasila yang siap untuk bergerak apabila ada ancaman yang ingin merongrong pancasila,” tukasnya.

Ditanya soal target ke depan, Disa mengaku tak muluk-muluk. Baginya bisa menjalankan roda usaha dan mandiri secara ekonomi serta bisa bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat, adalah obsesi utamanya.

Foto/Istimewa

Saat ditanya kans untuk mengikuti jejak sang bapak ke panggung politik, sulung dari lima bersaudara ini mengaku saat ini belum terlalu memikirkan dan belum ada rencana ke situ.

“Seperti prinsip Bapak, prioritas saya saat ini bagaimana bisa berkontribusi positif untuk kemasyarakatan. Kalau kemudian ada kesempatan ke politik, itu kehendak tuhan. Sepanjang diberi kesempatan dan kesehatan, mungkin bisa juga. Tapi saya lebih ingin semua mengalir saja Mas dan tidak ambisi harus kesitu,” tegasnya.

Di akhir cerita, Disa sempat menyelipkan pesan kepada para generasi muda dan milenial agar tidak apatis terhadap negara ini.

Ia memandang sekecil apa pun sumbang sih positif yang bisa diberikan, hal itu akan memberi kebaikan dan kemajuan bagi bangsa.

“Apapun ide kreatif atau gagasan tuangkan di dalam wadah organisasi atau di masyarakat. Sehingga dengan semua bisa berkontribusi sedikit-sedikit, maka akan jadi kekuatan besar untuk merubah negara ini menjadi lebih baik,” pungkasnya. Wardoyo

Sekilas Profil Disa Ageng Alifven:

Nama Lengkap: Disa Ageng Alifven
Tanggal Lahir: 5 Juli 1994
Domisili: Perum Puri Kahuripan, Papahan, Karanganyar
Status: Berkeluarga, dua orang anak
Riwayat Organisasi: Sapma PP, Ketua MPC PP Karanganyar 2019-2023
Profesi: Pengusaha
Obsesi: Mandiri Berusaha, Berorganisasi dan Bermanfaat Bagi Masyarakat
Prinsip Hidup: Mandiri dan Bekerja Keras
Sumber: Wawancara