JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Termakan Pidato Trump, Pria AS Ini Tewas Setelah Minum Chloroquine Lantaran Takut Corona

Ilustrasi virus corona atau Covid-19 / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ketakutan yang berlebihan pria asal Phoenix Amerika Serikat (AS) ini terhadap virus Corona, justru membawa pada kematian. Pasalnya, korban meminum tablet chloroquine phosphate sebagai upaya pencegahan corona.

Sementara itu, istrinya yang ikut mengonsumsi chloroquine tanpa resep dokter, kini dalam keadaan kritis tengah dalam perawatan di rumah sakit Banner Health.

Mereka diduga tidak menggunakan versi farmasi dari obat tersebut, tetapi “sebuah zat tambahan yang biasa digunakan di akuarium untuk membersihkan tangki ikan,” kata Banner Health dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip CNN, 24 Maret 2020.

Tujuh tahun yang lalu, publikasi Advanced Aquarist, menyatakan tiga bentuk chloroquine sebagai obat baru untuk mengobati penyakit ikan dan merinci efektivitasnya dalam memerangi parasit tertentu di akuarium air asin.

Meskipun Banner tidak memberikan perincian tambahan, NBC News yang berbicara kepada sang istri, mengatakan bahwa mereka mengetahui hubungan chloroquine dengan virus corona saat konferensi pers Presiden Donald Trump. Mereka melakukannya karena mereka “takut sakit”.

“Saya punya zat itu di rumah karena saya dulu punya ikan koi,” katanya kepada jaringan itu. “Saya melihatnya di rak belakang dan berpikir, ‘Hei, bukankah itu hal-hal yang mereka bicarakan di TV?'”

Trump telah menggembar-gemborkan chloroquine sebagai kemungkinan pengobatan untuk Covid-19.

Obat ini disetujui oleh Food and Drug Administration untuk mengobati malaria, lupus dan rheumatoid arthritis, tetapi FDA belum menyetujui untuk mengobati virus corona.

Pakar Kesehatan Banner menekankan bahwa pengobatan itu serta “obat-obatan dan produk rumah tangga yang tidak tepat lainnya tidak boleh diminum untuk mengobati atau mencegah virus ini.”

“Mengingat ketidakpastian di sekitar COVID-19, kami memahami bahwa orang-orang berusaha menemukan cara baru untuk mencegah atau mengobati virus ini,” Daniel Brooks, direktur medis dari Pusat Informasi Racun dan Obat-Obatan Banner Health.

“Tapi mengobati sendiri bukanlah cara untuk melakukannya,” ujarnya.

www.tempo.co

Baca Juga :  PBB Umumkan Amerika Serikat Akan Tinggalkan WHO Tahun Depan