JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Waspada Corona, 50 Perantau di Pengkol Sragen Dipantau dan Diminta Isolasi Mandiri. Semua Ketua RT Dikerahkan Lakukan Penyemprotan, Desinfektannya Diproduksi Tim PKK Sendiri

Kades Pengkol, Haryono bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas saat menyiagakan 21 Ketua RT melakukan penyemprotan desinfektan serentak di desa itu, Selasa (31/3/2020). Foto/Wardoyo

loading...
Kades Pengkol, Haryono bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas saat menyiagakan 21 Ketua RT melakukan penyemprotan desinfektan serentak di desa itu, Selasa (31/3/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Meningkatnya kasus corona di beberapa daerah termasuk Sragen, membuat masyarakat di desa-desa mulai grumregah.

Di Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Sragen, semua Ketua RT dan elemen desa Selasa (31/3/2020) pagi secara serentak kembali menggelar penyemprotan desinfektan di semua lingkungan RT.

Penyemprotan itu merupakan yang kedua setelah Jumat (27/3/2020) lalu. Menariknya, bahan desinfektan yang digunakan dibuat oleh tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa setempat.

“Hari ini ada 60 liter desinfektan yang digunakan untuk penyemprotan. Semua dibuat oleh tim kami dari PKK. Produksinya pakai tiga bahan termasuk antivirus. Ini khusus untuk tanggap darurat penanganan corona. Kami juga produksi sabun cuci, antiseptik dan hand sanitizer. Karena saat ini bahan-bahan itu langka jadi kita produksi sendiri,” papar Sekretaris PKK Desa Pengkol, Eka Setyo Rini.

Kades Pengkol, Haryono menyampaikan hari ini tadi, penyemprotan dilakukan ke semua rumah dan jalan raya serta lingkungan di 21 RT di desanya.

Penyemprotan melibatkan semua Ketua RT dan elemen serta perangkat desa dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Menurutnya kegiatan itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Baca Juga :  Dandim Sragen Sebut Potensi Penularan Covid-19 di Pasar Tak Bisa Dianggap Remeh. Bantu Sarana Cuci Tangan di Pasar Bunder

“Kalau tidak serentak, mata rantainya juga nggak akan bisa terputus. Setelah ini, kami nanti juga akan menekankan semua warga untuk disiplin melakukan social distanscing, jaga jarak, tidak berinteraksi dengan orang luar yang berpotensi menyebarkan covid-19,” paparnya.

Haryono menguraikan selain pencegahan, pihaknya juga akan memaksimalkan semua RT dan perangkat untuk melakukan pemantauan terhadap semua warga perantau yang pulang mudik.

Sejauh ini, sudah ada 50 orang yang tiba di kampung halaman desanya. Mereka akan terus dipantau dan diberikan sosialisasi agar melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Mereka 50 orang yang baru datang itu kami minta untuk berdiam diri, kalau ada keluhan, kami minta segera melapor ke Ketua RT dan bidan desa. Kami juga memberdayakan PKK untuk memproduksi hand sanitizer, sabun, antiseptik dan bahkan desinfektan yang kita gunakan hari ini juga produksi PKK kita sendiri,” tandasnya.

Bhabinkamtibas Desa Pengkol, Dwi Santoso menambahkan agar semua waspada dengan menghindari interaksi sosial dan senantiasa menjaga jarak.

“Karena meskipun imunitas di tubuh kita kuat, lalu bersalaman dengan orang positif covid-19 dan kita tetap merasa sehat tapi kita sudah tertular. Ketika pulang ke rumah, kita sudah membawa virus itu dan kalau bersalaman dengan orangtua atau anak istri, otomatis mereka akan tertular. Bisa jadi karena imun kita kuat kita nggak apa-apa, tapi kalau orangtua kita yang mungkin nggak begitu kuat, mereka akan kena. Jadi pesan saya jaga kesehatan diri dan keluarga,” terangnya.

Baca Juga :  Heboh Penampakan Benda Mirip Bintang di Atas Langit Sragen, Solo Raya Hingga Gunung Kidul. Tepat di Hari Raya Lebaran, Ramai Jadi Perbincangan

Babinsa Desa Pengkol, Budi M juga menyampaikan dalam mata rantai corona virus, orang sehat hanya berperan jadi perantara saja.

Nantinya virus itu larinya akan menyerang ke orang dengan kondisi kurang fit. Karenanya ia mengimbau sementara menghindari bersalaman dan kontak langsung dengan orang lain.

“Tolong hindari berkerumun lebih dari 10 orang. Kalau nggak bisa ya jangan sampai lebih dari 5 orang. Dan yang terpenting jaga jarak. Virus corona ini jangan diremehkan. Itu musuh yang tidak kelihatan. Lalu anak-anak sekolah diliburkan bukan untuk enak-enak. Supaya dibimbing dan jangan banyak keluar rumah supaya desa Pengkol ini sehat, aman dan nyaman,” tandasnya. Wardoyo