JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ada Penolakan Pemakaman Jenazah Corona, MUI: Tidak Ada Alasan Kuat Menolak, Dalam Islam Penguburan Jenazah Hukumnya Fardlu Kifayah

Ilustrasi pemakaman pasien Corona. Foto/Republika.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Penolakan penguburan jenazah korban virus corona atau Covid-19 terjadi di beberapa daerah. Merespon hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memandang penolakan penguburan seperti itu tidak sepatutnya dilakukan karena tidak ada alasan yang kuat.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Fatwa, KH Sholahuddin Al-Aiyub mengatakan, tidak ada alasan untuk menolak penguburan jenazah korban Covid-19 dikarenakan dua hal. Pertama, dalam ajaran Islam penguburan jenazah hukumnya adalah fardlu kifayah. Artinya umat Islam yang ada di daerah tersebut yang paling berkewajiban melaksanakan hak-hak jenazah. Alasan kedua dalam ajaran Islam tidak boleh menunda-nunda penguburan jenazah.

“Jadi kalau kita melihat hadist, diterangkan bahwa jika ada di antara kalian yang meninggal, jangan kalian menahan-nahan, dan segerakanlah dia itu dikuburkan di tempat pemakamannya,” kata KH Sholahuddin melalui pesan tertulis kepada Republika, Rabu (8/4).

Baca Juga :  Bawa Uang Rp 1,3 Miliar, Wanita Ini Ngamar di Hotel 2 Minggu Tak Bayar-bayar. Ternyata Setelah Dicek, Uangnya....

Ia menjelaskan, selain alasan keagamaan, dari sisi protokol medis pun penanganan jenazah korban Covid-19 sudah memperhatikan keselamatan dari tempat pemakaman. Jenazah sudah dikafani dan dilapisi kantong jenazah berbahan plastik yang tidak tembus. Jenazah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam peti yang sudah sesuai prosedur medis ketat.

“Artinya pada saat jenazah dikebumikan, tetesan itu bisa diantisipasi tidak terjadi, protokolnya bukan hanya menjaga orang yang menguburkan, tetapi juga keselamatan orang yang ada di daerah sekitar,” ujarnya.

Baca Juga :  Bentuk Penghargaan Pemerintah, Tenaga Medis yang Gugur saat Menangani Covid-19 akan Mendapat Bintang Jasa dan Santunan

KH Sholahuddin menilai, adanya penolakan-penolakan terhadap jenazah korban Covid-19 di masyarakat disebabkan salah paham masyarakat sendiri. Dia meminta kepada pemerintah untuk memberikan informasi lebih detail terkait aspek kesehatan dalam penguburan jenazah Covid-19. MUI juga mendorong media untuk terus menyuarakan kepada khalayak bahwa prosedur penanganan jenazah ini sudah aman.

“MUI mengimbau kepada aparat untuk melakukan langkah persuasif terlebih dahulu, saya menebak itu belum pahamnya masyarakat, saya mohon betul kepada teman-teman wartawan, terus disampaikan, sehingga bisa sampai kepada masyarakat kita dan masyarakat kita bisa memahami,” jelasnya.

www.republika.co.id