JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bidan di Desa Jambanan Positif Covid-19, 70 Warga yang Pernah Kontak Diusulkan Rapid Test. Kebanyakan Ibu Hamil dan Peserta KB

Ilustrasi Tim DKK Sragen saat melakukan rapid test di Desa Patihan, Sidoharjo, Senin (20/4/2020) silam. Foto/Wardoyo
Ilustrasi Tim DKK Sragen saat melakukan rapid test di Desa Patihan, Sidoharjo, Senin (20/4/2020) silam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemdes Jambanan, Kecamatan Sidoharjo mendeteksi sedikitnya 70 warga memiliki riwayat kontak fisik dengan bidan Puskesmas Sidoharjo asal Desa Jambanan berinisial S (47) yang dinyatakan positif terinfeksi corona virus atau covid-19.

Pemdes pun mengusulkan agar 70 warga itu dilakukan rapid test untuk mendeteksi apakah ada yang terinfeksi atau tidak.

Kades Jambanan, Sugino Welly mengungkapkan 70 warga itu tercatat menjalin kontak dengan bidan di desanya itu sejak tanggal 31 Maret 2020. Bidan itu dinyatakan positif terpapar covid-19 dari hasil swab test yang keluar Minggu (26/4/2020).

Dari hasil pendataan, 70 warganya itu tercatat kontak dengan bidan itu di klinik pribadinya.

“Sebagian besar ibu-ibu hamil dan akseptor program keluarga berencana (KB). Makanya kami mengajukan sekitar 70 orang yang pernah kontak dengan Bu Bidan. Dimungkinkan bisa lebih,” paparnya Selasa (28/4/2020).

Bidan Puskesmas asal Jambanan itu diduga tertular virus corona setelah merawat warga Gebung, Patihan berinisial C berusia 70 tahun yang sudah terlebih dahulu terkonfirmasi positif corona sepulang dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  Curhat Pilu Keluarga Korban Meninggal Positif Covid-19 Asal Perum Ngringo Karanganyar. Beban Moral Hadapi Stigma Warga Saat Isolasi Mandiri, Baru Lega Setelah Hasil Swab Negatif

Menurut Kades, sejak 31 Maret 2020,  warga silih berganti datang ke rumah bidan itu.

Ada yang datang untuk berobat, kontrol kehamilan, hingga konsultasi menyangkut program KB.

Sejak kabar positif covid-19 itu mencuat, warga memang sempat panik. Setelah diberi penjelasan dan pengarahan, kepanikan warga baru berangsur mereda.

Saat ini, warga yang diusulkan menjalani rapid test itu diminta tetap tinggal di rumah. Menurut informasi yang diterimanya, rapid test kemungkinan diselenggarakan pada Rabu (29/4/2020) besok.

“Alhamdulillah kalau secara umum, situasi saat ini di desa kami baik-baik saja. Warga tetap beraktivitas seperti biasa. Yang petani ya tetap ke sawah, yang usaha dagang ya tetap ke pasar,” terangnya.

Dalam keterangannya, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati Minggu (26/4/2020) menyampaikan ada tambahan dua kasus positif baru di Sragen. Hal itu diketahui dari hasil tes swab yang diterima pagi ini dari laboratorium UNS Solo.

Baca Juga :  Update COVID-19 Sukoharjo, Pasien Meninggal Kini Mencapai 24 Orang, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 Meroket Lagi di Angka 566

“Hasil swab di laboratorium UNS tanggal 26 April hari ini, ada sebanyak dua orang dinyatakan terkonfirmasi positif hari ini,” papar Bupati kepada wartawan.

Keduanya diketahui semuanya berasal dari Kecamatan Sidoharjo. Yang satu berjenis kelamin perempuan berusia 47 tahun dan satunya laki-laki berusia 54 tahun.

Bupati menguraikan keduanya positif dari hasil pelacakan atau tracking yang dilakukan terhadap dua orang pasien positif covid-19 sebelumnya dari Sidoharjo.

Keduanya memiliki riwayat sudah kontak erat dengan pasien positif sebelumnya yang diketahui dari klaster Gowa, Sulawesi Selatan.

‘Ini hasil tracking. Dua-duanya dari Sidoharjo,” tandasnya.

Menurutnya, saat ini kedua pasien positif baru itu dalam kondisi tanpa gejala klinik atau dalam keadaan baik. Namun karena swabnya sudah positif, maka akan dibawa ke rumah sakit.

“Keduanya dalam keadaan OTG atau orang tanpa gejala. Tapi karena sudah positif, maka harus kita bawa ke rumah sakit,” tandasnya. Wardoyo