JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bikin Resah Warga, 7 Anak Punk Asal Jatim Diamankan Polisi di Jumapolo Karanganyar. Langsung Dipulangkan Karena Waspada Corona

Tujuh anak punk diamankan di Polsek Jumapolo. Foto/Istimewa
Tujuh anak punk diamankan di Polsek Jumapolo. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak tujuh anak punk diamankan anggota Polsek Jumapolo, Selasa (14/4/2020) malam.

Para anak jalanan itu diamankan saat tengah nongkronh di rumah warga daerah Desa Kedawung, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar.

Data yang dihimpun, mereka diamankan oleh tim Polsek yang berpatroli sekira pukul 20.00 WIB malam itu.

Para anak jalanan yang mayoritas berasal dari Jawa Timur tersebut diamankan saat mengantarkan seorang rekannya yang ingin menemui ibu kandungnya.

Ibu kandung dari seorang rombongan berinisial MY (16) diketahui tinggal di daerah Desa Kedawung Jumapolo.

Tujuh anak jalanan itu berangkat dari Madiun Jawa Timur dengan cara mencari tumpangan kendaraan secara bergantian di jalan raya.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Pabrik Plastik di Sroyo Jaten Karanganyar. Karyawan dan Warga Panik Berhamburan, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi kepada wartawan mengatakan mereka diamankan setelah ada laporan warga melihat para ABG tersebut turun dari mobil pikap.

“Akhirnya kita datangi. Sebelum masuk mereka kita suruh mandi dulu dan kita data identitasnya,” paparnya kepada wartawan, Rabu (15/4/2020).

Setelah dilakukan pendataan, para ABG punk itu kemudian dipulangkan ke tempat asalnya.

Menurut Kapolres, mereka dipulangkan malam itu juga sebagai bentuk antisipasi penyebaran wabah corona.

“Virus corona itu kan kita tidak tahu siapa yang bawa. Tapi malah bergerombol dan menambah kecurigaan,” terangnya.

Baca Juga :  Selamat, 120 Kelompok Usaha di Karanganyar Dapat Gelontoran Bantuan Rp 20 Jutaan. Kadinas Pesan Jangan Disalahgunakan!

AKBP Leganek Mawardi menambahkan, operasi anak jalanan ini juga termasuk satu bentuk operasi pekat.

Ia berharap masyarakat aktif mengawasi dan melaporkan ke perangkat desa setempat atau pihak kepolisian terkait adanya pendatang yang masuk.

Sementara, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menambahkan, para anak jalanan tersebut sudah diantarkan ke terminal dan dipulangkan ke rumah masing-masing. Itu dilakukan supaya tidak membuat keresahan masyarakat sekitar.

“Tidak kita tampung. Kita beri uang, rumahnya mana kita antar ke terminal supaya pulang ke rumah masing-masing,” pungkasnya. Wardoyo