JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Buntut Pasien Positif Covid-19 Grobogan Keluyuran ke Sragen, Pemkab Bakal Tes Semua Warga Yang Sempat Kontak di Jagongan Tanon dan Dokter yang Menangani!

Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang Isolasi. Foto/Wardoyo
Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang Isolasi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemkab Sragen bakal melacak semua warga yang sempat kontak dengan seorang pasien positif corona asal Grobogan, berinisial S.

Pasalnya dari kronologi dan riwayatnya, pasien perempuan berusia paruh baya itu diketahui sempat terlacak keluyuran ke beberapa lokasi dan sampai ke luar negeri.

Tak hanya itu, warga yang terlacak sempat kontak dengan pasien positif iru nantinya juga harus melakukan tes rapid untuk mengetahui statusnya.

“Iya, kami sudah ke pihak dinas, Puskesmas dan kecamatan minta dilakukan tracing atau pelacakan. Siapa-siapa warga di jagongan di Tanon yang sempat kontak dengan pasien itu. Lalu dokternya yang sempat dijadikan tempat periksa, juga akan kami lacak,” papar Sekda Sragen, Tatag Prabawanto, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (11/4/2020).

Tatag menguraikan semua warga dan dokter yang kontak, nantinya harus dilakukan pemeriksaan. Bahkan mereka diwajibkan untuk mengikuti rapid test untuk mengantisipasi apakah mereka juga ikut terpapar atau tidak.

“Ini sebagai antisipasi jangan sampai terjadi penyebaran dan menular di Sragen,” terangnya.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (11/4/2020), dari riwayat kontak dan perjalanannya, pasien itu terlacak sempat njagong di Gabugan, Tanon pada 14 Maret 2020 dan periksa di salah satu dokter Sragen di perbatasan Sragen-Grobogan.

Kemudian, sempat rawat inap di sebuah klinik di perbatasan Sragen-Grobogan pada 22 Maret sebelum dirujuk ke RSUD Purwodadi dua hari kemudian.

Baca Juga :  Tambah 9 Pasien Lagi, Berikut Daftar Lengkap Warga Terpapar Positif Covid-19 Sragen Hari Ini. Tujuh di Antaranya Pegawai RSUD Sragen!

Seperti diberitakan, seorang pasien positif corona atau covid-19 di Grobogan, bikin geger setelah terbongkar nekat membohongi petugas kesehatan yang merawatnya.

Celakanya sejak berstatus positif, ia ditangani 76 tim medis dan sempat keluyuran ke Sragen dan ke beberapa wilayah.

Saat ini, sebanyak 76 pekerja RSUD dr Soedjati Soemodiardjo, Purwodadi, Grobogan, dijadwalkan akan segera jalani rapid test.

Rupanya, pasien asal Desa Bangsri tersebut tidak jujur saat dimintai keterangan.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Direktur RSUD dr Soedjati Soemodiardjo Purwodadi, Titik Wahyuningsih.

Pasien tersebut  mengaku tidak pernah pergi ke luar negeri. Dia juga mengaku tak pernah berkunjung ke daerah yang statusnya zona merah Covid-19.

Dari keterangan inilah, pasien tersebut selanjutnya dirawat di salah satu kamar perawatan yang ada di bangsal Aster.

Selama dirawat, pasien berusia 47 tahun itu juga ditangani dokter spesialis penyakit dalam. Kemudian kondisinya juga diobservasi lebih lanjut oleh dokter spesialis paru.

Dari pemeriksaan dokter spesialis ini, kondisi pasien ada pneumonia.
Ternyata yang bersangkutan sempat ke luar negeri dan main ke Yogyakarta.

“Setelah ditanya lebih lanjut akhirnya pada 30 Maret, pasien baru mengaku kalau pulang dari luar negeri. Dia juga sempat main ke Jogja. Setelah menyampaikan keterangan itu, pasien kemudian dipindahkan ke ruang isolasi. Setelah sehat, pasien itu diperbolehkan pulang pada 2 April. Selanjutnya diminta isolasi mandiri di rumah,” ungkap Titik, Jumat (10/4/2020).

Baca Juga :  Fix, Gerindra Lempar Handuk, Pasangan Sukiman-Iriyanto Hampir Pasti Batal Mendaftar di Pilkada Sragen. Rekom PKS Gagal Diraih?

Pasien ini sempat diambil sampel lendirnya untuk diuji di laboratorium di Yogyakarta.

Ternyata hasil uji swab menyatakan kalau pasien itu positif Covid-19.

“Ada 76 orang yang sempat kontak langsung dengan pasien itu mulai tanggal 24 sampai 30 Maret. Mereka ini akan kita rapid test. Di antaranya petugas pendaftaran, IGD, dokter, perawat, hingga tenaga kebersihan,” ungkap Titik.

Bupati Grobogan, Sri Sumarni menyayangkan ketidakjujuran pasien itu dalam memberikan keterangan kepada petugas medis. Akibatnya banyak pihak yang kelimpungan.

“Tolong kepada masyarakat agar memberikan keterangan yang jujur pada petugas medis saat diperiksa.
Sampaikan saja jujur jangan berbohong.
Dengan menyampaikan keterangan yang benar maka bisa dilakukan tindakan yang tepat,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr Slamet Widodo, menambahkan, selain di lingkup pekerja RSUD, pihaknya juga akan melakukan tracing kepada siapa saja yang sebelumnya pernah kontak dengan yang bersangkutan.

Seperti keluarga dan kerabat serta tetangga. Juga pasien lain yang sempat berada satu kamar perawatan di Bangsal Aster RSUD dr Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.

“Kami juga akan  berkoordinasi dengan Dinkes Sragen untuk tracing. Pasien positif Covid-19 itu sempat periksa ke dokter yang ada di wilayah Sragen yang aksesnya cukup dekat dengan desa Bangsri,” jelas Slamet. (Wardoyo/Tribunnews)