JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Gawat, Tambahan Baru 2 Warga Positif Covid-19 di Sragen Ternyata Semuanya dari Ijtima Ulama. Bupati Sragen Minta 128 Warga Eks Ijtima Ulama Dicek, Dokter Yang Menangani Juga Diperiksa!

Ilustrasi para peserta ijtima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan. Foto/JSnews
Ilustrasi para peserta ijtima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan. Foto/JSnews

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dua tambahan baru pasien yang terkonfirmasi positif corona virus atau covid-19 asal Sragen Sabtu (18/4/2020), terdeteksi punya riwayat ikut ijtima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan.

Keduanya diketahui berasal dari Desa Patihan, Kecamatan Sidojarjo dan Desa Jabung, Kecamatan Plupuh.

Pemkab pun akan melakukan pelacakan terhadap kontak erat dengan keluarga, petugas medis yang menangani hingga mantan peserta ijtima ulama lainnya yang berjumlah hampir 128 orang.

Hal itu disampaikan Bupati Sragen sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Minggu (19/4/2020).

Ia mengatakan dua pasien positif asal Sidoharjo dan Plupuh itu memang terdeteksi merupakan anggota rombongan yang mengikuti Ijtima Ulama Dunia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan akhir Maret 2020 lalu.

“Iya (rombongan Ijtima Dunia). Yang dari Sidoharjo dan Plupuh memang ada riyawat dari Sulawesi,” papar bupati.

Ia menguraikan kedua pasien positif tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan usia 70 dan 62 tahun.

Dari hasil pelacakan, keduanya diketahui tiba di Sragen usai mengikuti kegiatan Ijtima Dunia di Gowa tanggal 25 Maret 2020.

Baca Juga :  100 Lebih Kelompok Tani di Sragen Digelontor 150 Alsintan Senilai Rp 15,7 Miliar. Anggota DPR RI Luluk Harap Petani Lebih Sejahtera, Bupati Yuni Ingatkan Semua Bantuan Tahun Depan Akan Dicek Masih Ada Wujudnya Atau Tidak!

Mereka pulang bersama 128 warga Sragen lainnya yang juga ikut kegiatan itu. Saat ini, tim tengah melakukan pelacakan atau tracking terhadap semua yang dimungkinkan memiliki riwayat kontak dengan kedua pasien itu dan satu pasien positif serta meninggal dunia asal Ngrampal.

Nantinya hasil pelacakan akan digunakan sebagai acuan melakukan rapid test terhadap orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan ketiga pasien positif itu.

“Termasuk tenaga medis yang menangani baik di klinik maupun RSUD Sragen. Rombongan Ijtima Gowa juga akan kita cek lagi. Tapi terutama dari keluarga ketiga pasien positif ini juga akan kita lakukan pengecekan. Kalau sudah selesai tracking akan kita lakukan rapid test,” jelasnya.

Yuni menambahkan kedua pasien peserta ijtima ulama itu sempat dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Karena menunjukkan gejala mengarah covid-19, mereka akhirnya dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo pada Kamis (16/4/2020).

“Yang satu dirawat di RSUD Sragen mulai 5 April, satunya lagi masuk 7 April. Keduanya dirujuk ke RSUD dr Moewardi tanggal 16 April. Hasil swabnya keluar 18 April,” imbuhnya.

Baca Juga :  Astagfirullah, Jumlah Warga Karanganyar Meninggal Terkait Covid-19 Sudah Mencapai 80 Orang. Jumlah Kasus Positif Melonjak Jadi 414, Suspek 1.867

Selain kedua pasien tersebut, berdasarkan laporan hasil swab yang diterimanya, satu pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kecamatan Ngrampal yang meninggal Rabu, (8/4/2020), juga dinyatakan positif Covid-19.

PDP laki-laki berusia 54 tahun tersebut tiba di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dalam kondisi tidak sadarkan diri. Dari laporan, PDP tersebut gula darahnya drop. Yang bersangkutan sendiri merupakan pelaku perjalanan (PP) dari Ambarawa.

Saat ini pihaknya tengah melakukan tracking, terutama kepada tenaga medis yang menangani, mengingat PDP tersebut masuk ke rumah sakit sebagai pasien dengan gejala diabetes akut.

Apalagi, PDP ini juga sempat dirawat di salah satu klinik sebelum dirujuk ke RSUD Sragen.

Dengan tambahan ini, total ada 5 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sragen. Satu kasus meninggal dunia, seorang pasien dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro Ketileng Semarang, tiga lainnya dirawat di RSUD dr Moewardi Solo. Wardoyo