JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Harga Gula Pasir Meroket Rp 18.000, Bupati Karanganyar Ancam Tindak Tegas Pelaku Penimbunan!

Pedagang sembako sedang menimbang gula pasir. Foto/Wardoyo
Pedagang sembako sedang menimbang gula pasir. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengingatkan kepada pedagang untuk tidak melakukan penimbunan bahan sembako.

Sanksi tegas akan diberikan kepada pedagang yang kedapatan melakukan penimbunan. Hal itu disampaikan menyusul kenaikan fantastis harga gula pasir yang meroket Rp 18.000 perkilogram di sejumlah pasar tradisional di Karanganyar beberapa hari terakhir.

Saat dikonfirmasi awak media, Bupati Yuli menyatakan, akan segera melakukan pengecekan ketersediaan sembako di distributor.

Pengecekan juga akan dilakukan di sejumlah pasar-pasar tradisional untuk mengetahui harga riil sembako yang ada.

“Jika hasil pengecekan nantinya karena jumlah barang yang terbatas, hal itu berarti hukum ekonomi. Jika ada indikasi penimbunan, maka kita akan mengambil tindakan tegas,” tandasnya.

Sebelumnya, harga komoditas gula pasir di Karanganyar diketahui meroket tajam menembus angka Rp 18.000 perkilogram.

Pariyem, salah satu pedagang sembako di Pasar Jungke, Karanganyar Kota, untuk harga kebutuhan pokok, masih stabil.

Hanya ia mengungkapkan, harga gula yang masih tetap di harga Rp 18.000 per kilogram. Padahal sebelumnya harga gula per kilogram hanya Rp 12.000.

Baca Juga :  Jelang HUT TNI Ke 75, Digelar Lomba Menembak Di Bukit Mongkrang Tawangmangu. Dibuka Oleh Danjen Kopassus, Ini Pesannya!

“Kalau harga sembako, masih normal mas. Hanya harga gula yang masih tinggi. Bahkan harga gula ini mengalami kenaikan sejak sebelum adanya virus corona,” ungkapnya.

Namun harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya justru cenderung mengalami penurunan.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga daging ayam potong bervariatif. Mulai dari harga Rp 25.000 per kilogram hingga Rp 30.000 per kilogram.

Di Pasar Palur yang berada di Desa Ngringo, Kecamatan jaten, harga daging ayam Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan untuk daging sapi berada di kisaran Rp 100.000 per kilogram.

Menurut penuturan sejumlah pedagang, harga ayam potong sejak sepekan terakhir  tidak stabil. Disisi lain, kondisi pasar juga lesu.

Pasalnya banyak pelanggan, yang sebagain besar adalah warung makan, masih libur akibat mewabahnya virus corona.

“Harga ayam tidak menentu mas.Apalagi ada wabah virus corona ini,” ujar Surati, salah satu pedagang ayam potong di pasar Palur, Rabu (8/4/2020).

Baca Juga :  Resmi Dilaunching, Burung Derkuku Jadi Logo Baru Kesebelasan Persika Karanganyar. Bupati Berharap Jadi Momentum Kebangkitan, Siapkan Skuad Masuk ke Liga 3 PSSI

Surati menuturkan, saat ini dia menjual ayam potong di harga Rp 30.000 per kilogram. Sebelumnya hanya di kisaran harga Rp 25.000 sampai Rp 28.000 per kilogram

“Harga berbeda di tiap pedagang dan di masing-masing pasar,” katanya.

Sedangkan untuk harga daging sapi,harga juga bervariasi antara Rp 80.000 hingga Rp 110.000 per kilogram. Para penjual daging sapi di Pasar Palur, juga mengeluhkan sepinya pembeli saat wabah Covid-19 ini.

“Kalau harga daging sapi bervariasi mas. Saya menjual Rp 100.000 per kilogram. Dalam kondisi seperti ini cukup berat. Para pelanggan yang selama ini membeli cukup banyak, kini hanya beberapa kilogram saja,” ujarnya.

Surati berharap, wabah virus corona ini segera berkahir, sehingga kondisi kembali normal, termasuk daya beli masyarakat yang merosot drastis.

“Nemang dampaknya sangat luar biasa,” ungkap Suyamti, salah satu pedagang daging sapi. Wardoyo