loading...

Pandemi corona atau covid-19 yang terjadi membuat gambaran sektor ritel menjadi suram. PT Erajaya Swasembada, Tbk (Erajaya Group) sebagai sektor ritel dengan segenap tenaga dan strategi yang disesuaikan dengan keadaan terus menggenjot penjualannya. Lalu bagaimana kinerja ERAA dan strateginya di tengah pandemi corona?

Kinerja ERAA 2019

Laba bersih ERAA tahun 2019 Rp 295,07 miliar, turun 65,29% dari periode 2018 yakni sebesar Rp 850,09 miliar. Penurunan laba bersih seiring dengan pendapatan perusahaan yang juga terkoreksi, turun 5,18% menjadi Rp 32,94 triliun, dari sebelumnya Rp 34,74 triliun.

Hal tersebut diakibatkan oleh penjualan yang lebih rendah dan biaya operasional yang lebih tinggi.

Penjualan terbesar berasal dari penjualan ponsel dan tablet, namun pos ini berkurang menjadi Rp 25,64 triliun, dari sebelumnya mencapai Rp 28,85 triliun, sisanya dari penjualan produk operator, komputer dan peralatan elektronik dan aksesoris.

 Beban pokok penjualan mampu ditekan menjadi Rp 30,10 triliun dari sebelumnya Rp 31,57 triliun. Namun beban lain masih naik, misalnya beban beban umum dan administrasi yang naik menjadi Rp 972,93 miliar, dari sebelumnya Rp 771,64 miliar, dan beban penjualan dan distribusi meningkat menjadi Rp 1,36 triliun, dari Rp 1,08 triliun.

Pemerintah berencana untuk melaksanakan peraturan IMEI mulai April 2020 yang dapat meningkatkan permintaan smartphone resmi di mana ERAA akan sangat diuntungkan. Namun, kami melihat kebijakan tersebut tidak akan memberikan peningkatan laba yang signifikan pada perusahaan. Smartphone adalah barang sekunder, fokus masyarakat saat ini adalah kesehatan dan kebutuhan pokok.

Pada laporan keuangan kuartalan tahun ini, kami memperkirakan laba emiten ERAA masih akan terkontraksi akibat biaya yang lebih tinggi dan profitabilitas lebih rendah. Saat ini ERAA diperdagangkan dengan PER 13,45x, PBV 0,79x, dan EPS Rp 92,21,-

Jemput Bola Konsumen

Pandemi corona telah menyebabkan mobilitas masyarakat sangat terbatas. Perseoran pun meluncurkan inovasi baru Mobile Selling dan EraXpress, sebuah layanan baru berupa home delivery service langsung dari toko terdekat sehingga konsumen bisa menerima produk pesanannya dengan cepat.

Erajaya Retail juga mengeluarkan e-Catalog yang berisi informasi mengenai produk, harga dan promo yang berlaku. E-Catalog menampilkan berbagai produk smartphone semua brand, electrical dan wearable accessories, produk lifestyle technology, produk Home Appliances dan Gaming, produk SIM Card dan isi ulang, serta produk untuk perbaikan dan penggantian TecProtec.

Metode pembayaran yang ditawarkan melaui tranfer Bank BCA dan melalui kartu kredit atau kartu debit. Cukup pesan melalui WA Center perusahaan atau eraspace.com, personel akan mengantarkan barang sampai ke rumah gratis jika tidak lebih dari 10 KM. Personel juga bisa membantu melakukan unboxing dan memberikan penjelasan produk atas permintaan konsumen.

Pada 26 Maret lalu, manajemen ERAA juga mengumumkan rencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan pada periode 20 Maret hingga 19 Juni 2020. Perseroan siap buyback sebanyak-banyaknya Rp 319 miliar.

Pada perdagangan sesi 1 Jumat 17 April 2020, saham ERAA ditutup menguat 2,93% di angka 1230. Kami melihat peluang dari saham ERAA tercermin dari lonjakan volume sejak minggu lalu.

Kami telah mereferensikan pembelian saham ERAA sebanyak 5% dari total modal swing trading dengan rentang harga 1200-1240. Batasi risiko jika turun dari harga 1080. Saat ini EMtrade telah floating profit 2,50% sampai dengan -0,81%. Pantau live trading journal kami, untuk mendapatkan update terbaru. (*)

 

Ellen May

Ellen May
Pakar Saham