JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Inovasi Baru, Belanja Sembako dan Lainnya di Pasar Sragen Kini Bisa Lewat Online. Harga Bisa Nego, Belanjaan Langsung Dikirim ke Rumah!

Ilustrasi salah satu pedagang sembako di Pasar Bunder yang masuk di aplikasi pasar sragen online. Foto/Wardoyo
Salah satu pedagang sembako di Pasar Bunder yang masuk di aplikasi pasar sragen online. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen merintis inovasi baru transaksi belanja di pasar via online. Masyarakat yang tak punya waktu belanja sayuran, sembako atau bahan pokok lainnya di Pasar Bunder Sragen, kini bisa belanja via online.

Inovasi pasar online itu dirilis dalam bentuk aplikasi Pasarsragenonline.com. Ada 30 pedagang sembako dan lainnya di Pasar Bunder yang direkrut dalam website untuk bisa melayani kebutuhan masyarakat via online.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan pasar online itu merupakan inovasi dari Dinas Perdagangan dengan memadukan teknologi online.

Selain memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan, hal itu juga menjadi solusi di tengah imbauan social distancing saat pandemi corona.

“Inovasi yang bagus, meski masih banyak kendala tapi bukan berarti menyurutkan niat berinovasi. Tadi teman-teman sudah mencoba. Ini cukup membantu masyarakat,” paparnya ditemuui di rumah dinas bupati, Kamis (16/4/2020).

Menurut bupati, selain efektif dan efisien waktu, keuntungan dari pasar online itu adalah harga komoditas fluktuatif dan pembeli masih bisa tawar menawar.

Baca Juga :  Dapat Surat dari Gubernur, Bupati Sragen Umumkan Mulai 26 September Sudah Cuti dari Tugasnya Sampai 5 Desember

Teknisnya, di lapak yang dipasang di website ada nomor setiap pedagang. Pembeli tinggal memesan dan bertransaksi via Whatsapp atau telpon langsung.

“Harga komoditas tidak dibuat baku karena fluktuatif. Jadi pembeli masih bisa tawar menawar via WA atau telepon sehingga ruh pasar tradisionalnya tidak luntur,” terang Yuni.

Aplikasi pasarsragenonline.com

Pasar online itu digerakkan dengan menggandeng jasa online ojek Joxy yang kepanjangan dari Ojek Online Sukowati. Joxy digandeng karena merupakan startup bisnis yang dirintis asli oleh warga Sragen.

Setiap belanja akan diantar ke rumah pembeli lewat jasa Joxy. Pembeli tinggal membayar barang sesuai harga yang disepakati plus ongkos Joxy sesuai tarif Rp 7.500 per 4 km.

“Pembayaran bisa via online atau bisa dibayar tunai dengan nominal maksimal Rp 200.000. Sementara ini baru diterapkan di Pasar Bunder, Pasar Kota dan pasar besar di Sragen kota. Mudah-mudahan ke bisa terus dikembangkan,” urai Bupati.

Baca Juga :  Makin Mengganas, Kasus Covid-19 Sragen Tambah 8 Warga Positif dan 1 Meninggal Hari Ini. Total Melonjak Jadi 427 Kasus, 59 Meninggal Dunia
BUpati Sragen saat melaunching pasar sragen online dengan Kadisdag Sragen. Foto/Wardoyo

Kepala Dinas Perdagangan Sragen, Tedi Rosanto mengatakan untuk sementara total ada 30 pedagang yang masuk dalam pasar online itu. Mereka memiliki komoditas beragam mulai dari sembako, daging, buah, makanan, hingga pakaian.

“Nanti akan makin bertambah. Sejauh ini sudah jalan dua minggu, dan perkembangan dari pedagang omzet mereka sudah meningkat. Tujuannya memang kita ingin menyediakan biar semua kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi dengan cara yang praktis dan efektif,” tuturnya.

Rintisan pasar online itu dilakukan dengan menggandeng Joxy karena merupakan stastup lokal Sragen yang harus dibantu.

Kerjasama itu diharapkan bisa membantu mengembangkan potensi Sragen baik Joxy dan pedagang.

“Ini bentuk kehadiran kami selaku pemerintah untuk membantu meningkatkan omzet pedagang dan juga memberdayakan startup Joxy yang asli Sragen,” tukasnya.

Menurutnya, untuk sementara aplikasi belanja online di Pasar Sragen Online ini mayoritas baru di Pasar Bunder dan Kota. Ke depan akan dikembangkan ke pasar lain yang berpotensi untuk diberdayakan. Wardoyo