JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

IPW Tuding Kebijakan Asimilasi Narapidana Picu Kenaikan Angka Kriminalitas

Ilustrasi/tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Kebijakan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly yang memberikan asimilasi kepada narapidana mengundang kritik dari
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane.

Neta menuding kejakan asimilasi tersebut menjadi pemicu banyaknya tindakan kriminal belakangan ini.

“Para penjahat tidak sungkan melukai korban atau,” kata Neta dalam siaran tertulisnya, Rabu (22/4/2020).

Baca Juga :  Dulu Bersaing di Pilkada DKI Jakarta, Kini Sandiaga Uno dan Djarot Saiful Hidayat Gabung Tim Sukses Menantu Jokowi di Pilkada Kota Medan

Menurut Neta, para penjahat juga nekat hendak menyerang polisi yang berusaha menangkap. Bahkan, ada begal yang berupaya menyerang polisi meski sudah ditembak.

Neta menyayangkan langkah Yasonna yang membebaskan puluhan ribu napi tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan Mabes Polri.

Bahkan ketika kejahatan marak setelah napi dibebaskan, kata Neta, Yasonna terkesan cuek.

“Seharusnya Menkumham minta maaf kepada Polri dan masyarakat, kemudian mundur dari jabatannya,” katanya.

Baca Juga :  Ini 9 Langkah Antisipasi LIPI Soal Pilkada di Tengah Pandemi Corona

Neta menilai ulah para narapidana ini bisa menjadi inspirasi bagi penjahat lain untuk melakukan aksi pembegalan, penjambretan, dan perampokan minimarket.

“Semua ini tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab Menteri Hukum dan HAM yang melepaskan 30.432 napi, sehingga Polri dan masyarakat yang menanggung bebannya,” ujar Neta.

www.tempo.co