JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Jalan Utama Lawu Ditutup, Semua Pemudik Karanganyar Harus Diturunkan di Terminal Palur. Bus Via Tol Dikeluarkan Via Exit Tol Kebakkramat

Para pemudik tiba di Karanganyar dan discreening untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus corona. Foto/Wardoyo
Para pemudik tiba di Karanganyar dan discreening untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus corona. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karanganyar memutuskan menetapkan satu titik pemberhentian armada bus yang membawa pemudik yakni di Terminal Palur.

Nantinya penurunan semua pemudik Karanganyar yang sebelumnya dipisah di tiga titik pemberhentian di depan Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Terminal Karangpandan dan Terminal Matesih, diwajibkan turun di Terminal Palur.

Pemilihan Terminal Palur itu juga menyusul kebijakan penutupan sepanjang Jalan Lawu Karanganyar mulai Papahan hingga Siwaluh mulai pukul 18.00 WIB sampai 06.00 WIB mulai Senin (30/3/2020) kemarin.

Plt Kepala Dishub Karanganyar, Sundoro Budhi Karyanto kepada wartawan menyampaikan, Terminal Palur dirasa strategis untuk menjaring armada bus yang membawa pemudik dari Terminal Tirtonadi Solo dan exit tol Kebakkramat.

Baca Juga :  Mengganas, 54 Warga Karanganyar Meninggal Suspek Covid-19 dan 22 Warga Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Total Kasus Tembus 448, Jumlah Warga Meninggal Capai 90 Orang

“Nanti sejumlah bus diarahkan ke Terminal Palur, yang dari exit tol Kebakkramat diarahkan ke sana,” paparnya, Selasa (31/3/2020).

Sundoro mengungkapkan, mulai awal Maret sampai Minggu (29/3/2020), tercatat sudah ada 1.381 pemudik yang telah tiba di wilayah Karanganyar.

Guna mengantisipasi potensi penyebaran virus corona, Dishub Karanganyar beserta Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) serta Satpol PP menerapkan protokol pencegahan di setiap titik pemberhentian.

Baca Juga :  Muncul Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Sragen. CD asal Sidoharjo Tulari 3 Orang, 3 Orang Juga Positif Tertular dari Mendiang Ustadz Habib MA

“Penumpang, kru dan sopir bus disuruh turun untuk dilakukan skrining dan cuci tangan pakai sabun serta didata. Di Terminal Karangpandan dan Matesih sudah ada bilik sterilisasi,” terangnya.

Sementara itu, belum lama ini Pemkab Karanganyar mendapatkan bantuan sejumlah 30 tangki air untuk cuci tangan dari perusahaan produksi tangki.

Bantuan tangki tersebut sesuai rencana diletakkan di sejumlah tempat umum, terminal dan pasar.

“Kemarin dapat jatah 10 tangki, nanti akan ditempatkan di pelayanan KIR, perparkiran dan terminal yang menurut kami ramai,” tandas Sundoro. Wardoyo