JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sudah Dua Jenazah Pasien PDP Corona Dimakamkan di Sragen. Dua-duanya Perempuan dan Punya Penyakit Penyerta

Ilustrasi pemakaman PDP Corona asal Sragen di TPU Manding, Sragen, Rabu (1/4/2020). Foto/Istimewa

loading...
Prosesi pemakaman wanita kelahiran Sragen yang meninggal dalam status PDP Corona dari RS Ungaran, saat dimakamkan di TPU Manding, Sragen, Rabu (1/4/2020). Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemakaman seorang pasien dalam pengawasan (PDP) Corona kelahiran Sragen, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Manding, Sragen Kulon, Sragen, Rabu (1/4/2020) siang menambah daftar pasien PDP corona yang dimakamkan di Sragen.

Sejauh ini, sudah ada dua pasien PDP corona yang dimakamkan di wilayah Sragen. Sebelumnya, sudah ada satu pasien PDP corona asal sebuah kampung di Sragen Kota yang juga meninggal dalam status PDP corona.

Keduanya sama-sama berjenis kelamin perempuan dan diketahui memiliki penyakit penyerta.

Jenazah perempuan berusia 45 tahun yang dimakamkan di TPU Manding, Sragen Kulon kemarin dinyatakan meninggal dalam status PDP corona setelah dirawat di RS Ungaran, Semarang.

Berdasarkan informasi, perempuan paruh baya itu dimakamkan di TPU Manding Sragen atas permintaan ibunya yang memang berdomisili di salah satu kampung di Sragen Kota.

Almarhumah tercatat lahir di Sragen dan tinggal di Semarang. Dari riwayatnya, dia dikabarkan meninggal karena tiroid serta dinyatakan berstatus PDP corona di RS Ungaran.

Kepala DKK Sragen, dr Hargiyanto membenarkan adanya pemakaman satu pasien PDP corona kelahiran Sragen yang meninggal dunia di RS Ungaran tersebut.

“Tadi kami dapat informasi dari kepolisian kalau akan ada jenazah pasien berstatus PDP corona yang dimakamkan di Sragen. Sehingga kami langsung koordinasi dan menyampaikan karena statusnya PDP, maka prosedur pemakaman harus sesuai protap. Yakni jenazah tidak boleh disemayamkan ke rumah, akan tetapi dari rumah sakit langsung dibawa ke pemakaman dan dimakamkan oleh petugas medis dari rumah sakit. Tadi pihak keluarga sudah bisa menerima dan pemakaman berlangsung lancar dan kondusif,” paparnya dikonfirmasi wartawan, Rabu (1/4/2020).

Baca Juga :  Pelaku Terungkap, Kasus Teror Petugas Medis di Sragen Berakhir Damai. Korban Sudah Ikhlas Tak Ingin Penjarakan Pelaku, Putuskan Cabut Aduan

Sebelumnya, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan satu warga meninggal dunia dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) corona, Senin (30/3/2020) petang.

Pasien berjenis kelamin perempuan berusia sekitar 60 tahun asal salah satu kampung di Sragen Kota itu, juga diketahui memiliki riwayat penyakit penyerta.

“PDP yang meninggal ini datang dalam kondisi demam. Punya riwayat penyakit diabetes melitus dan ada riwayat  penyakit jantung juga,” papar Yuni saat ditemui di sela penyemprotan desinfektan bersama Kapolres di Pungkruk, Sidoharjo, Selasa (31/3/2020) pagi ini.

Yuni menguraikan saat datang ke RS swasta, pada saat dilakukan pemeriksaan laboratorium, hasilnya memang mengarah ke arah covid-19 atau corona virus.

Menurutnya dalam riwayatnya, memang tidak ada kontak dengan siapa pun di tempat dia tinggal dan yang bersangkutan tidak pernah pergi ke luar kota.

“Tapi sesuai protap (Prosedur Tetap) apabila sudah ada kecurigaan mengarah ke sana (Corona) maka harus dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo. Malamnya dirujuk, sorenya dia kemudian meninggal dunia,” terang Yuni.

Perihal kematiannya apakah terkait corona atau covid-19, bupati mengatakan belum bisa dipastikan. Karena masih menunggu hasil cek laboratorium dengan Swab yang diperkirakan baru keluar 4 sampai 5 hari.
“Hasil cek lab belum jadi, masih empat lima hari lagi. Kemungkinan ke arah positif ada, ke arah negatif pun juga ada,” terangnya.

Baca Juga :  Dana BST dan BLT DD di Tanon Sragen Diduga Disunat Hingga Rp 300.000, Sekda Sragen: Tak Boleh Ada Potongan Meski Alasan Pemerataan, Harus Dikembalikan Utuh!

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto menambahkan mengacu protap, ketika seorang pasien sudah berstatus PDP corona, maka semua penanganannya sudah harus dilakukan seperti layaknya pasien positif corona.

“Bisa jadi negatif, bisa jadi pula memang positif. Tapi karena hasil pemeriksaan dari dokter dan pihak Moewardi Solo sudah menetapkan statusnya PDP (corona) sehingga sesuai protap penanganannya memang dilakukan seolah-olah seperti sudah positif covid-19,” tandasnya.

Almarhumah dilaporkan meninggal dunia, Senin (30/3/2020) siang dan  mengembuskan nafas terakhirnya di RSUD dr Moewardi Solo.

Sebelumnya, pasien berjenis kelamin perempuan itu sempat dirawat di RSU  Sarila Husada Sragen sebelum kemudian dirujuk ke RS Moewardi Solo lantaran kondisinya memburuk.

Terkait status pasien dalam pengawasan (PDP) itu didasarkan atas hasil pemeriksaan dokter yang menangani di RS Sarila Husada.

Pemeriksaan meliputi gambaran  laboratorium termasuk hasil radiologi dari pasien tersebut.

“Dasar menentukan status PDP-nya hasil dokter pemeriksa. Di situ kan ada hasil pemeriksaan laboratoriumnya bagaimana, hasil radiologinya, kemudian paru-parunya yang menjadi dasar dokter kemudian menetapkan status PDP. Sehingga kemudian dirujuk ke RS Moewardi Solo,” terang Hargiyanto. Wardoyo