JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Jokowi Masih Pertimbangkan Kemungkinan untuk Melarang Mudik

Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mempertimbangkan adanya kemungkinan melarang masyarakat untuk mudik saat Lebaran 2020.

Pemerintah, kata Jokowi, akan melakukan evaluasi secara berkala terkait kondisi di lapangan dalam kondisi wabah virys Corona atau COVID-19 ini.

“Pembatasan mudik dan kemungkinan adanya larangan mudik itu akan kami putuskan setelah melalui evaluasi di lapangan yang kita lakukan setiap hari,” ujar Jokowi lewat telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Menurut Jokowi, ada beberapa alasan pemerintah tak melarang mudik sampai saat ini. Pertama, kata Jokowi, pemerintah tidak bisa begitu saja melarang-larang masyarakat yang mudik karena alasan ekonomi.

“Ada kelompok warga yang terpaksa pulang kampung karena masalah ekonomi setelah diterapkan pembatasan sosial, sehingga penghasilan mereka turun atau bahkan tidak memiliki pekerjaan dan tidak memiliki penghasilan. Ini tidak bisa begitu saja kita larang-larang pulang kampung,” ujar Jokowi.

Di lain sisi, kata Jokowi, mudik sudah merupakan tradisi yang puluhan tahun dilakukan di negeri ini.

“Jadi sekali lagi, pembatasan mudik dan kemungkinan adanya larangan mudik itu akan kita putuskan setelah melalui evaluasi di lapangan yang kami lakukan setiap hari,” ujar dia.

Sejauh ini, kebijakan pemerintah untuk mudik Lebaran 2020 memang sebatas mengimbau masyarakat tidak mudik saja. Tidak ada larangan secara resmi.

Pemerintah juga menyiapkan kompensasi yakni instrumen jaring pengaman sosial (social safety net) untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang tak mudik tetap terpenuhi.

www.tempo.co

Baca Juga :  Jokowi Minta Pelaku UMKM Kerja Lebih Keras di Tengah Pandemi