JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Saham MYOR Bisa Jadi Pilihan Saat Ramadan

Ilustrasi saham / tempo.co

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Mayoritas saham yang bergerak di sektor makanan dan minuman kompak menghijau setelah turun hingga Maret 2020.

Pakar saham, Ellen May melihat, bahwa efek pandemi corona masih membuat sektor pangan bergerak positf secara year to date karena koreksinya paling kecil dibanding sektor lain. Lalu bagaimana kinerja MYOR?

Ellen melihat, secara teknikal, saham MYOR berhasil break dari indikator moving average (MA) 200 23/4 disertai lonjakan volume yang menandakan bahwa dorongan beli pada saham ini cukup tinggi.

“Kami telah merefrensikan pembelian saham MYOR dengan rentang harga 2210-2240 dengan area profit taking di kisaran harga 2350. Anda bisa beli sebanyak 5% dari total modal swing trading Anda dan jual sebagai pembatasan risiko jika harga turun di bawah 2080. Tetap pantau live trading journal EMtrade untuk mendapatkan update terbaru,” papar Ellen.

Laba Bersih 2019 Naik

Ellen menjelaskan, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) pada 2019 mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,98 triliun. Angka itu naik 15,78% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 1,71 triliun.

Sumber kenaikan laba bersih perusahaan ini, menurutnya, adalah kenaikan penjualan bersih sebesar Rp 25,02 triliun, meningkat 3,99% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 24,06 triliun.

Baca Juga :  Segera Daftar, Program Kartu Prakerja Gelombang 10 Resmi Dibuka. Ingat Ini Gelombang Terakhir, Waktu Pendaftaran Cuma 3 Hari

Jumlah itu terdiri atas penjualan ke pasar ekspor senilai Rp 13,55 triliun dan penjualan ke pasar domestik senilai Rp 11,47 triliun.

Beban pokok penjualan MYOR tahun 2019 justru turun 13,17% menjadi Rp 17,10 triliun dari sebelumnya Rp 17,66 triliun pada 2018.

Beban lainnya, jelas Ellen, juga terpantau turun, seperti beban bunga yang turun 27,9% menjadi Rp 355,07 miliar dan beban umum dan administrasi yang turun menjadi Rp 716,98 miliar.

Ekspor dan Penjualan Domestik MYOR

Menurut pentauana Ellen, perusahaan pada tahun 2020 ini masih mampu menghasilkan kinerja positif. Diakui, kinerja perusahaan memang sedikit menurun pada Januari 2020 akibat adanya bencana banjir di Jakarta yang membuat banyak pedagang grosir menyimpan stok lebih rendah.

Namun dengan aktivitas logistik perusahaan yang masih cukup sehat dan perusahaan membantu pedagang grosir meningkatkan modal kerja di tengah wabah corona, penjualan pada bulan-bulan selanjutnya masih akan positif.

Penjualan ekspor pada kuartal pertama 2020 juga berpotensi melemah karena masalah pengiriman dan lemahnya persediaan di negara eksportir.

Namun pangsa pasar di Filipina masih cukup stabil dan penjualan di Cina dan Vietnam menunjukkan pemulihan pada bulan Maret-April 2020 terutama produk cookies.

Perseroan juga melakukan efisiensi pengeluaran dari sisi pemasaran untuk aktivasi produk mengingat sebagian besar orang tinggal di rumah.

Baca Juga :  Peningkatan Kasus Positif Covid-19 Cukup Signifikan, Satgas Usul Aceh dan Bali Masuk Prioritas Pengawasan

Depresiasi Rupiah memiliki dampak beragam pada perusahaan, karena biaya berbasis dolar mungkin akan diimbangi dengan margin ekspor yang lebih tinggi.

Tren margin lebih positif mengingat penurunan harga bahan baku dan komoditas YTD, yang akan meningkatkan profitabilitas pada 2Q-3Q20.

Dirut MYOR Rajin Borong Saham

Ellen menjelaskan, dalam pengumuman di Bursa Efek Indonesia, pekan lalu (17/4/2020), Presiden Direktur Mayora Indah Andre Sukendra Atmadja tercatat telah membeli saham MYOR beberapa kali sejak Maret dengan jumlah total kepemilikan saham MYOR saat ini tercatat 2,11 juta saham.

Pembelian bulan Maret sebanyak dua kali, yakni tanggal 23 Maret dan 24 Maret masing-masing 51.400 saham dan 112.300 saham. Selanjutnya pada 2 April dan 3 April masing-masing sebanyak 46.500 saham dan 55.600 saham. Sedangkan pada 16 April minggu lalu, dirut MYOR membeli sebanyak 68.800 saham.

Pembelian saham oleh Dirut MYOR ini sedikit banyak memberikan dampak yang signifikan pada kenaikan harga saham MYOR.

Pada tanggal 24 Maret MYOR ditutup Rp 1.420 terendah selama tahun 2020. Hingga sesi 1 24/4 tercatat saham MYOR telah berhasil menguat 53,71% dari harga close bulan lalu. suhamdani