JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kisah Dokter Asal Pati Pernah Diisukan Meninggal, Kini Sembuh dari Corona. Ungkap Kuncinya Optimis, Semangat untuk Sembuh serta Sering Mengaji & Berdoa

Bupati Pati Haryanto dan jajarannya berkomunikasi via panggilan video dengan dr Widi Antono, pasien positif corona yang dinyatakan sembuh, Jumat (24/4/2020). Tribun Jateng/ Mazka Hauzan Naufal

JOGLOSEMARNEWS.COM — Setelah dirawat hampir satu bulan di RSUD Moewardi Solo, dokter Widi Antono akhirnya dinyatakan sembuh atau negatif virus corona atau covid-19. Sekarang dokter asal Pati tersebut sedang menjalani isolasi di rumah.

Tenaga medis menjadi ujung tombak penanganan pasien positif corona. Maka secara langsung maupun tidak langsung, merekalah paling riskan tertular.

Meski sudah mengenakan APD lengkap dan standar, tetap saja masih berisiko tertular coronavirus karena tenaga medis bersinggungan dengan pasien.

Secara nasional sudah ada puluhan tenaga medis, terutama dokter, yang meninggal dunia karena tertular virus corona dari pasien.

Nah, menjadi kabar menggembirakan dan penyemangat jika ada dokter yang telah terinfeksi virus corona, kemudian bisa sembuh pulih.

Satu di antaranya adalah dokter Widi Antono, pasien positif corona asal Kabupaten Pati dinyatakan sembuh setelah hampir sebulan menjalani perawatan di RSUD dr Moewardi Surakarta.

Dokter Widi merupakan dokter bedah yang pada Maret lalu menangani Almarhum Imam Suroso ketika menjalani operasi mata ikan di sebuah rumah sakit swasta di Pati.

Baca Juga :  Limbah Medis Virus Corona Blora Telah Mencapai 369 Ton, Sama Dengan Volume Tahun 2019

Tak lama setelah menjalani operasi tersebut, Imam Suroso yang merupakan anggota DPR RI menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona di RSUP Kariadi Semarang.

Akhirnya, pada 27 Maret 2020, Imam meninggal dunia. Diketahui kemudian, hasil labnya positif Covid-19.

Kabar kesembuhan dr Widi Antono disampaikan Bupati Pati Haryanto dalam konferensi pers di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (24/4/2020).

Didampingi Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Sekda Suharyono, dan perwakilan dinas Kesehatan, pihaknya juga berkomunikasi via panggilan video dengan Widi.

“Kita selama ini sering dihebohkan dengan berita tidak menyenangkan mengenai beliau (bahkan pernah diisukan meninggal dunia-red.). Tapi hari ini kita bisa tatap muka melalui telekonferensi,” ucap Bupati Pati Haryanto.

Ia mengatakan, setelah Alm Imam Suroso menjadi PDP, dr Widi sempat karantina mandiri selama 14 hari.

Kemudian ia dirawat di RSUD Soewondo Pati selama dua hari, lalu dirujuk ke RSUD Moewardi Surakarta.

“Kemarin dari hasil lab terakhir sudah dinyatakan negatif (Covid-19). Saat ini beliau beristirahat di rumah untuk memulihkan kondisi,” ungkap dia.

Baca Juga :  Duh Gusti, Naiknya Honda Brio, HR Warga Perum Puri Anjasmoro Semarang Ternyata Hobi Maling Celana Dalam Boxer di Sejumlah Indomaret. Tertangkap Saat Dikejar dan Ban Mobilnya Meletus

Melalui panggilan video, Widi mengatakan, satu di antara kunci kesembuhannya adalah mempertahankan optimisme dan semangat untuk sembuh.

“Bila kita selalu semangat, imunitas tubuh kita akan meningkat,” ujar dia.

Widi berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan moril pada dirinya selama menjalani perawatan.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh dokter dan tenaga medis lainnya yang menurutnya telah melayaninya dengan sangat baik.

Ia menyebut, selama menjalani perawatan di rumah sakit, dirinya tidak membuka media sosial sama sekali. Hal ini demi menghindari berita-berita yang bisa memberi pengaruh buruk pada kondisi psikisnya.

“Saya lebih sering mengaji, mendengar tausiah, serta menerima motivasi dari teman-teman dan keluarga,” tutur Widi.

Kepada pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan, ia mengajak mereka untuk mempertahankan optimisme.

“Tetap semangat. Jangan berkecil hati. Percaya pada kebesaran Allah. Semangat untuk bisa sembuh,” tandas dia.

www.tribunnews.com