JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Lokasi Karantina Pemudik di Solo Dijaga Tentara dan Polisi, Tak Boleh Dikunjungi Keluarga

Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo (kanan) didampingi Wakil Walikota Achmad Purnomo saat meninjau kesiapan lokasi karantina pemudik di Ndalem Joyokusuman, Minggu (5/4/2020). Foto: JSNews/Syahirul

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta serius menyiapkan fasilitas bagi karantina para pemudik yang akan datang ke Kota Solo. Sejumlah lokasi yang sudah dipersiapkan Pemkot tersebut sudah siap untuk ditinggali pemudik yang akan dikarantina selama 14 hari.

Fasilitas tempat tidur,  MCK (mandi cuci kakus) , almari hingga tempat jemuran dan fasilitas lainnya sudah disiapkan Pemkot.  “Semua sudah ready (siap), pemudik tinggal masuk. Yang masih mau mudik ke Solo ya silakan, tapi  masuk ke tiga lokasi itu dulu untuk dikarantina selama 14 hari,” ungkap Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo saat meninjau persiapan lokasi karantina di Ndalem Joyokusuman dan Gedung Graha Wisata Niaga, Minggu (5/4/2020).

Rudy –sapaan akrab walikota- didampingi Wakil Walikota Achmad Purnomo, Ketua Posko Karantina Pemkot Surakarta Kinkin Sulthonul Hakim, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai, Dandim 0735 Surakarta Letkol Inf Wiyata Sempana Aji serta Kepala Dinas terkait di jajaran Pemkot Surakarta.

Baca Juga :  Sepekan Petugas Gabungan Jaring 283 Pelanggar Protokol Kesehatan di Solo, Tidak Ada yang Melanggar Lebih Sekali

Semua pemudik yang dikarantina akan mendapatkan fasilitas masing-masing satu tempat tidur. Mereka juga akan mendapat almari loker untuk tempat baju dan perlengkapan lainnya.

Para pemudik yang dikarantina tidak diperbolehkan keluar sebelum 14 hari masa karantina. Anggota keluarganya dilarang untuk menjenguk memasuki lokasi karantina. “Aturan ini sangat ketat, tidak boleh dikunjungi. Kan tujuan karantia untuk memotong mata rantai penularan atau penyebaran virus Corona, ya kalau kemudian berinteraksi dengan keluarganya di lokasi karantai berarti sama saja,” ungkap Rudy.

Untuk mendisiplinkan proses karantina ini, lanjut Rudy, pihaknya akan bekerja sama dengan jajaran kepolisian dan TNI. Di antaranya adalah menempatkan personil dari TNI dan Polri untuk menjaga lokasi karantina. “Nanti yang dikarantina akan dijaga petugas TNI yakni Babhinsa dan dari Polri yakni Bhabinkamtibmas serta Satpol PP dari Pemkot Surakarta. Nanti kita atur dengan Pak Kapolresta dan Pak Dandim,” kata Rudy.

Baca Juga :  Polisi Bekuk 4 Pelaku Penipuan Berkedok Lelang di Instagram, Kaesang Pangarep Nyaris Jadi Korban

Pemkot Surakarta menyiapkan Ndalem Joyokusuman dan Graha Wisata untuk karantina para pemudik yang datang ke Solo. Untuk Ndalem Joyokusuman memiliki daya tampung sekitar 77 orang dan Graha Wisata Niaga bisa menampung sekitar 200 orang. Pemkot juga sudah memiliki cadangan di Ndalem Priyosuhartan. “Nanti kalau masih kurang, kita carikan tempat lain,” tambahnya.

Untuk memantau pergerakan pemudik yang datang ke Solo, lanjut Rudy, pihaknya sudah menyiapkan armada bus untuk menjemput mereka di titik-tik kedatangan seperti terminal, stasiun dan bandara. “Tim penjemput pemudik sudah siap menjemput mereka yang nekat mudik. Armada sudah standby setiap waktu berangkat. Pemudik dijemput dan langsung dibawa ke lokasi karantina. Tidak boleh dijemput keluarganya,” ungkap Rudy. Syahirul