loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNES.COM –
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero memastikan, stimulus terkait wabah corona atau Covid-19 berupa diskon 50 persen hanya berlaku bagi pelanggan prabayar dan pasca-bayar 900 VA yang masuk kriteria subsidi.

Sementara pelanggan yang masuk kategori non subsidi tidak akan memperoleh stimulus diskon tersebut.

Hal itu sitegaskan oleh Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

“Jadi, dilihat struk kode pembayarannya. Kalau ada kode R1/M, artinya M itu mampu atau non-subsidi. Meski pelanggan 900 VA, kalau non-subsidi tidak eligible dapat diskon,” tutur Darmawan dalam siaran langsung, Jumat (3/4/2020).

Saat ini, PLN mendata pelanggan listrik 900 VA yang tercatat bersubsidi dan akan mendapatkan diskon setengah tarif berjumlah 7 juta.

Diskon ini diberikan sebagai bentuk insentif yang digelontorkan pemerintah menyusul adanya pandemi virus corona.

Adapun masa pemberian stimulus diskon tarif listrik itu berlaku selama April hingga Juni mendatang.

Dalam implementasinya, Darmawan menjelaskanm diskon akan diberikan dengan mekanisme yang berbeda untuk pelanggan prabayar dan pasca-bayar.

Bagi pelanggan pasca-bayar, potongan tarif listrik itu akan dihitung di akhir bulan. Sedangkan bagi pelanggan prabayar atau token, PLN akan menghitung akumulasi pemakaian tertinggi selama tiga bulan.

“Nanti melalui mekanisme WhatsApp, pelanggan akan dapat kode token listrik dan memperoleh diskonnya,” ujar dia.

Layanan WhatsApp yang disediakan PLN dengan nomor 08122123123 akan mulai aktif pada Senin nanti, 6 April 2020. Selain itu, pelanggan juga bisa memperoleh kode diskon token di situs resmi PLN, yakni www.pln.co.id.

Selain diskon, PLN juga bakal menggratiskan tarif listrik untuk pelanggan 450 V. Kebijakan penggratisan listrik itu akan dinikmati sekitar 24 juta pelanggan.

www.tempo.co

Baca Juga :  Imbau Presiden Jokowi Mundur, Tersangka Kasus Ujaran Kebencian yang Juga eks TNI AD Terancam Pasal Berlapis