JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Rapat Walhi di Kota Dibubarkan, Ini Sebabnya

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menanam anggrek di pepohonan yang tumbuh di kawasan Malioboro / tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Rapat yang digelar Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) di kantor lembaga tersebut, Sabtu (18/4/2020) dibubarkan oleh aparat Pemkot Yogyakarta, dengan alasan demi penegakan aturan selama wabah Covid-19.

“Kita perlu mempunyai pemahaman yang sama tentang tegaknya protokol (pencegahan Covid-19),” ujar Wakil Walikota Yogya, Heroe Poerwadi, dalam pernyataan resminya, Minggu (19/4/2020).

Heroe, yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogya, menuturkan bahwa berdasarkan laporan camat, lurah, dan RT setempat pengurus kampung mendatangi Kantor Walhi itu karena warga gusar.

Baca Juga :  Selasa, Provinsi DIY Nambah 49 Kasus Baru Positif Covid-19

Kegusaran masyarakat setempat dipicu rapat yang melibatkan banyak orang termasuk orang luar kampung tersebut.

Padahal, masyarakat melaksanakan protokol Covid-19 dengan mengurangi pertemuan tatap muka.

Menurut Heroe, dari informasi yang diterimanya ada peserta rapat di Kantor Walhi Yogya yang tidak memakai masker.

“Sekarang sudah kewajiban pakai masker tapi peserta rapat tidak pakai masker,” ujarnya.

Dia bahkan menerima laporan dari RT setempat bahwa rapat itu dilaksanakan berkali-kali dan tak meminta izin atau lapor pengurus warga setempat.

Baca Juga :  Sendratari Sang Ratu Digelar di Pantai Cemoro Sewu dengan Protokol Ketat

“Kasus Covid-19 di Kota Yogya sebagian besar karena adanya riwayat kontak dengan orang luar,” ujarnya.

Walhi melalui siaran pers mengecam pembubaran pertemuan yang berkedok melaksanakan protokol Covid-19. Pembubaran itu dianggap bentuk represi dan intimidasi.

Walhi berpendapat rapat tersebut membahas inisiatif solidaritas #rakyatbanturakyat untuk merespons kegagalan penyediaan layanan kesehatan dan kebutuhan dasar gratis selama wabah Covid-19.

www.tempo.co