JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Satgas Covid-19 Terbentuk, Pemdes Kandangsapi Sragen Kembali Gencarkan Sterilisasi 33 RT dan Bagi Masker. Bupati Imbau Warga Risiko Tinggi di Rumah Saja!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberikan bantuan masker dan desinfektan untuk Desa Kandangsapi yang diterima Kades Kandangsapi, Pandu, Jumat (10/4/2020). Foto/Wardoyo
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberikan bantuan masker dan desinfektan untuk Desa Kandangsapi yang diterima Kades Kandangsapi, Pandu, Jumat (10/4/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemerintah Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar, kembali menggerakkan kegiatan sterilisasi melalui penyemprotan desinfektan serentak di semua lingkungan desa, Jumat (10/4/2020) pagi.

Penyemprotan desinfektan kedua kali itu digelar bersamaan dengan pengarahan Satgas Covid-19 Desa Kandangsapi yang dihadiri Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan jajaran Muspida serta Muspika.

Kades Kandangsapi, Pandu mengungkapkan penyemprotan desinfektan tadi pagi dilakukan menyeluruh ke 33 RT.

Penyemprotan dilakukan serempak dengan melibatkan Satgas Covid-19, RT, karang taruna dan relawan. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyebaran corona dan memastikan Kandangsapi terbebas dari virus covid-19.

“Tadi penyemprotan desinfektan menyeluruh ke 33 RT. Ini yang kedua setelah yang pertama Jumat kemarin. Alhamdulillah, Satgas Covid-19 juga sudah terbentuk dan sudah bertugas sesuai dengan tupoksinya. Sehingga sampai saat ini semua berjalan lancar dan belum ada kasus covid-19 di Kandangsapi,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM di sela kegiatan.

Selain penyemprotan desinfektan, Pemdes juga membagikan masker ke warga.

Untuk memberikan pemahaman kepada warga, sosialisasi terus digencarkan baik langsung ke warga, lewat leaflet maupun baliho yang dipasang di sejumlah titik strategis di desanya.

Baca Juga :  Sempat Menolak Dites, Kades Trombol Mondokan Sragen Malah Positif Terpapar Covid-19. Kini Diisolasi di Technopark, 5 Saudaranya Juga Positif Semua

Semua itu dilakukan guna memberikan pemahaman dan menggugah kesadaran warga untuk mencegah penyebaran corona melalui pola hidup bersih, cuci tangan, jaga jarak dan menaati anjuran berdiam di rumah.

“Selebaran kewaspadaan covid-19 juga kita sampaikan ke rumah-rumah warga. Alhamdulillah untuk desa kami berjalan lancar. Anggaran kita lakukan pengalihan dari dana desa dan Silpa 2019 sesuai ketentuan,” tukasnya.

Baliho sosialisasi kewaspadaan corona di depan balai desa. Foto/Wardoyo

Dalam kunjungan tadi pagi, Bupati sempat memberikan bantuan masker, termometer digital dan cairan desinfektan untuk disemprotkan ke lingkungan.

Ia juga menyempatkan mengecek dan meninjau sejumlah rumah warga untuk memastikan penerapan social dan physical distancing.

Sementara, dalam pengarahannya kepada Satgas Covid-19 di balai Desa Kandangsapi, Bupati Yuni meminta agar semua tokoh dan masyarakat bisa menjaga empat hal untuk mencegah penyebaran corona virus.

.

Pengarahan Satgas Covid-19 Kandangsapi oleh bupati. Foto/Wardoyo

Yakni membiasakan cuci tangan pakai sabun, tertib jaga jarak, berdiam di rumah dan jika terpaksa harus keluar maka harus mengenakan masker.

Ia menyampaikan kehadirannya di Desa Kandangsapi itu untuk memberikan penekanan dan memastikan Satgas Covid-19 di desa sudah bertugas sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  100 Lebih Kelompok Tani di Sragen Digelontor 150 Alsintan Senilai Rp 15,7 Miliar. Anggota DPR RI Luluk Harap Petani Lebih Sejahtera, Bupati Yuni Ingatkan Semua Bantuan Tahun Depan Akan Dicek Masih Ada Wujudnya Atau Tidak!

“Karena sesuai keputusan Kabupaten Sragen yang tidak akan melakukan atau membuat karantina, maka saya harus memastikan Satgas Covid-19 di semua desa harus sudah terbentuk. Dan kita harus mempunyai pemahaman yang sama untuk penerapan karantina mandiri ini dengan benar,” paparnya kepada wartawan.

Kunjungannya itu juga sekaligus memberikan pemahaman dan sosialisasi penekanan kepada Satgas. Intinya bahwa pemerintah kabupaten juga peduli dan turun ke bawah untuk memastikan semua bisa berjalan dengan aturan dan protapnya.

“Sehingga harapan kami semua desa melakukan hal yang sama. Kami berharap komunikasi lurah dengan RT, RT dengan warga semua desa bisa sinkron. Kemudian semua harus ikut mengawasi dan memantau pelaksanaan karantina mandiri. Lalu yang memiliki faktor risiko tinggi seperti warga yang sudah tua, ibu hamil, sebisa mungkin agar tinggal di rumah saja. Ini semua demi kebaikan bersama agar wabah covid ini segera berakhir dan kehidupan kembali berjalan semestinya,” tandasnya. Wardoyo