JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Sempat Mengancam Mogok Makan, Pasien Positif Corona Karanganyar Meninggal Saat Karantina Mandiri di Rumahnya

Ilustrasi pemakaman pasien PDP Corona. Foto/Humas Polda Jateng
Ilustrasi pemakaman pasien PDP Corona di Kartasura Sukoharjo. Foto/Humas Polda

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengungkapkan pasien positif Corona atau COVID-19 asal Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, yang meninggal dunia Kamis (16/4/2020) petang, sempat mengancam mogok makan saat dirawat di isolasi RSUD.

Hal itu disampaikan kepada wartawan, terkait kabar meninggalnya pasien asal DusunTepus, Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar itu tadi petang.

Yuli mengatakan pasien berusia 75 tahun dan baru pulang dari ijtima ulama di Gowa Sulsel itu Senin (13/4/2020) sempat menjalani pengecekan ulang.

“Kita jemput, kita bawa ke RSUD Karanganyar. Setelah itu diperiksa, di-swab lagi,” kata Yuli kepada wartawan.

Baca Juga :  Polres Karanganyar Usut Izin Senjata Yang Digunakan Untuk Menembak Mati Kucing Anisa asal Colomadu. Peradi Sebut Pelaku Penganiaya Binatang Bisa Dijerat Pasal 302 KUHP

Usai dilakukan swab ulang, yang bersangkutan kembali minta izin untuk pulang dan melakukan karantina mandiri.

Petugas akhirnya memberikan izin, karena yang bersangkutan mengancam mogok makan jika tidak diizinkan pulang.

“Kalau nekat dipaksa isolasi di rumah sakit, dia tidak mau makan. Karena dulu waktu minta pulang itu juga protes nggak mau makan,” terang Yuli.

Yuli melanjutkan, proses pemakaman akan dilakukan malam ini. Pemakaman akan dilakikan petugas pemakaman RSUD Karanganyar dengan protokol Covid-19.

“Dimakamkan di makam kampung. Masyarakat sudah dikondisikan, bahkan membantu penggalian liang lahat,” imbuhnya.

Pasien berusia 75 tahun tersebut meninggal saat menjalani karantina mandiri di rumahnya.

Baca Juga :  Gagal Usung Calon, Kader dan Simpatisan PKS di Sragen Dihimbau Tetap Konsisten Taati Keputusan Abstain pada Pilkada

Pasien yang meninggal, memiliki riwayat perjalanan ke Kabupaten Gowa untuk mengikuti kegiatan Ijtima Dunia. Pasien ini dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil swab yang diumumkan Jumat (10/4/2020) lalu.

“Iya, meninggal sore tadi pukul 16.00 WIB. Yang bersangkutan kan sudah 14 hari diisolasi di RSUD Karanganyar, terus hasilnya baik, fisik bagus, lalu minta izin pulang. Sehari di rumah, hasil swab keluar positif, lalu kita isolasi di rumah sambil menunggu jadwal swab ulang,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dihubungi wartawan, Kamis (16/4/2020). Wardoyo